Menjajal Arung Jeram Satu-satunya di Kabupaten Pasuruan

1081
Wisatawan menikmati arung jeram di Kali Welang, Kertosari, Kabupaten Pasuruan.

Laporan : Miftahul Ulum

DESTINASI wisata arung jeram di Desa Wisata Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan bisa jadi salah satu alternatif bagi wisatawan yang ingin melepas penat. Keseruan menyeimbangkan perahu di atas jeram sungai, sekaligus suguhan gugus batu alam di tepian sungai menambah keindahan yang bisa direngkuh wisatawan.

Tertarik dengan keseruan ini? Untuk menjangkaunya, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi roda empat maupun roda dua. Cukup mudah, dari Jalan Raya Surabaya-Malang, ambil rute jalan sebelah utara Kebun Raya Purwodadi.

Masuk ke arah timur sejauh kurang lebih 700 meter, lalu belok kiri hingga 300 meter. Sampailah pada pos Kebun Tarzan, di sini wisatawan memarkir kendaraan.

Selanjutnya, untuk menuju Sungai Welang yang menjadi spot arung jeram, pengelola wisata menyediakan transportasi berupa penjemputan dari pos Kingkong ke spot arung jeram. Sehingga, wisatawan tak perlu repot berjalan jauh ke spot arung jeram.

Bagi wisatawan yang tak bisa berenang, tenang saja. Karena perlengkapan keamanan seperti helm pelindung dan pelampung sudah disediakan oleh pengelola. Bagi pemula, pengelola sudah menyediakan 1 orang pemandu yang akan menemani wisatawan mengarungi jeram sepanjang 5 kilometer.

“Ada 2 rute yang bisa dipilih, yang pertama 5 kilometer, dan yang kedua 12 kilometer. Wisatawan bisa memilih rute ini,” terang Buhajar, kru Baung Rafting, kepada WartaBromo, Sabtu (9/10/2021).

Buhajar menerangkan, untuk rute 12 kilometer biasanya dipilih oleh wisatawan yang hobi rafting. Sedangkan, untuk rute 5 kilometer, biasanya diperuntukkan bagi pemula yang ingin menikmati rafting, baik bersama keluarga, maupun teman.

“Untuk arung jeram yang sepanjang 5 Km ada 1 jeram dan lebih dari 10 turunan yang cukup menantang adrenalin bersama keluarga atau untuk pemula,” ungkapnya.

Sedangkan untuk rute sepanjang 12 km yang diberi nama rute kalpataru, disebut lebih menantang. Dengan turunan dan jeram yang lebih banyak.

“Yang paling menantang saat melewati jeram yang menyerupai huruf ‘S’. Turun sekaligus berkelok. Pasti perahu karet akan terbalik di turunan terakhir jika kurang ahli,” ujarnya.

Namun demikian, para pengunjung tidak perlu khawatir. Sebab, ada 1 orang pemandu dan 1 orang penolong di setiap perahu karet. “Kami mengutamakan keselamatan pengunjung,” lanjutnya.

Setelah sampai di spot jeram, WartaBromo menjajal mengayuh dayung untuk menaklukkan tiap jeram yang ada.

Namun sayang, lantaran masih kemarau, debit sungai tak terlalu tinggi. Sehingga, selain karena kurang mahir mengendalikan perahu, debit air yang rendah membuat perahu kerapkali menyangkut di bebatuan.

Arung jeram di hulu Sungai Welang ini memiliki daya tarik alamnya yang masih alami. Dengan suguhan gugus bebatuan yang kokoh yang seakan menjadi dinding sungai. Jika ingin lebih menantang, wisatawan sesekali bisa menceburkan diri ke sungai dari ketinggian batu-batu.

Bahkan, menurut Buhajar, di Kabupaten Pasuruan yang menyediakan keseruan rafting hanya bisa dinikmati di Desa Kertosari.

Ia menambahkan, waktu terbaik untuk menikmati jeram di Sungai Welang ini adalah saat musim penghujan. Pasalnya, debit sungai tengah tinggi, sehingga semakin mengasyikkan saat perahu menaikturuni jeram.

“Meski musim kemarau tetap bisa. Untuk bulan-bulan yang paling seru melakukan arung jeram di sungai welang yakni saat musim penghujan. Antara bulan januari sampai maret, karena debit air sedang tinggi-tingginya,” terangnya.

Jika tertarik, para pengunjung bisa merogoh kocek Rp200 ribu untuk rute 5 kilometer dengan durasi 2 jam. Sedangkan rute 12 Km dikenakan tarif  Rp. 275 Ribu per orang dengan durasi waktu tempuh lebih lama.

Bisa dipastikan, uang segitu akan terbayar lunas oleh kepuasan saat rafting. Sekaligus, pengelola juga sudah menyediakan makan siang yang tak kalah enaknya setelah lelah mengarungi jeram.

“Untuk setiap boking minimal 4 orang. Saat ramai-ramainya pengunjung pada bulan 1 sampai 3, waktu boking harus 1 minggu sebelum jadwal rafting,” tandasnya.

Yanuar, wisatawan asal Kabupaten Tuban yang memboyong istri dan dua anaknya mengaku puas usai menjajal rafting sejauh 5 kilometer.

“Untuk raftingnya cukup bagus, arusnya tidak terlalu deras. Karena ini kebetulan sama keluarga. Tapi ya cukup capek juga,” ucapnya. (asd)