Dua Tahun Tutup, PKL di Pemandian Banyubiru Makin Kelimpungan

760
Stan PKL di depan Banyubiru. Sebagian memilih tutup karena tak ada pembeli imbas belum beroperasinya objek wisata ini. Foto; Asad Asnawi.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Para pedagang di area objek wisata Pemandian Banyubiru, mulai kelimpungan. Pasalnya, hingga kini objek wisata di Kecamatan Winongan itu tak kunjung dibuka.

Terhitung, hampir dua tahun ini tempat rekreasi yang berada di kaki pegunungan Bromo itu tak beroperasi. “Sudah dua tahun ini ndak buka,” kata Anik, salah satu pedagang yang biasa mangkal di pintu masuk.

Anik pun mengaku tak mengetahui kapan objek wisata ini kembali beroperasi. Malah, kabar yang beredar di kalangan pedagang, penutupan Banyubiru diperpanjang hingga dua tahun lagi.

“Nunggu kami kelaparan mungkin,” seloroh Anik. Ia mengatakan, semenjak Banyubiru ditutup, ia dan pedagang lainnya kelimpungan lantaran tak ada penghasilan.

Dulu, ia menceritakan, saat masih beroperasi, ia bisa memperoleh pemasukan hingga Rp 150 ribu dalam sehari. Apalagi saat musim liburan.

Kini, dapat Rp 20 ribu saja baginya sudah mendingan. “Rata-rata ya cuma Rp 15 ribu,” ujar perempuan 59 tahun ini. Ia mengaku nekat tetap buka warung miliknya lantaran tak ada kegiatan.

Anik bukanlah satu-satunya pedagang yang mangkal di Banyubiru. Di dalam area kolam saja, kata dia, ada sekitar 50 pedagang. Belum lagi yang di luar area kolam, ada sekitar 10 pedagang.

Seperti halnya dirinya, mereka pun kelabakan karena tak ada penghasilan. Sebagian memilih tutup.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Eka Wara mengatakan, penutupan Banyubiru akibat pandemi yang berlangsung saat ini.

“Kan sekarang naik level tiga. Jadi semua objek wisata tidak boleh buka. Kecuali Taman Safari, yang memang mendapat izin langsung dari pusat untuk uji coba,” terangnya. (don/asd)