Guru Agama Kembangkan Metode Untuk Mengajar Ngaji Anak Berkebutuhan Khusus

533
Guru Agama Kembangkan Metode Untuk Mengajar Ngaji Anak Berkebutuhan Khusus

Gending (wartabromo.com) – Seorang ustad (guru agama) di Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, berhasil mengembangkan metode pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus. Melalui metode “Abasa”, dia mengajari anak berkebutuhan khusus dengan teknik bermain, belajar, dan berlatih bersama.

Di Madrasah Diniyah Sabilillah inilah, setiap hari beberapa anak datang dari berbagai tempat untuk belajar mengaji. Mereka bukan anak biasa, melainkan anak berkebutuhan khusus atau abk.

Adalah Muhammad Mahin, salah satu ustadz di madrasah yang sukses mengajari anak berkebutuhan khusus. Melalui metode yang dinamakan “Abasa”, dia mengajak anak-anak berkebutuhan khusus belajar mengaji. Ustadz Mahin mengenalkan huruf hijaiyah dengan cara bermain dan berlatih bersama.

“Dalam pembelajaran, saya juga gunakan boneka atau alat peraga lainnya. Agar anak-anak ini lebih betah,” kata Ustad Mahin, Kamis (25/11/2021).

Metode Abasa yang dikembangkan, bermula dari pengalamannya ketika ada calon santri dari kalangan anak berkebutuhan khusus. “Seketika saya teringat pesan dari almarhum ayah. Agar tidak boleh menolak santri, jadi ya saya terima sebagai murid dan mengajarinya dengan tangan terbuka,” terang Mahin.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak yang menjadi santri. Bahkan dari kalangan anak berkebutuhan khusus. Di antaranya seperti autis, down syndrome, hingga disleksia.

Itulah sebabnya, Ustadz Mahin sering kali mengkonsultasikan metode yang ia terapkan kepada ahli psikologi yang ada di Kota Probolinggo. Tujuannya agar metode abasa ini sejalan dan sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus.

Psikolog yang menjadi rujukan Ustad Mahin adalah Mariya Anna. “Jadi metode yang dikembangkan ini sangat membantu. Memberikan ruang dan apresiasi sama untuk anak berkebutuhan khusus. Sehingga mereka bisa berkembang,” kata Mariya.

Hingga saat ini, setidaknya ada 60 anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik Ustadz Mahin. Mereka berasal dari berbagai daerah yang ada di Kabupaten Probolinggo. Bahkan sampai Kabupaten Lumajang.

Orang tua pun mengaku senang ketika anak-anak mereka bisa belajar di sini. Selain bisa belajar ilmu agama, khususnya membaca alquran, anak-anak mereka juga bisa bermain dan berlatih bersama.

Salah satu orang tua anak berkebutuhan khusus, Sri Ismawati menyebut, dua anak lelakinya bisa belajar dan membaca Al Quran di madrasah asuhan Ustad Mahin ini.

“Sebelumnya saya sempat kebingungan, belajar ngaji dimana. Ternyata setelah ke sini, anak saya justru bisa belajar pengetahuan lain. Artinya tidak hanya membaca Al Quran saja,” ujar Sri.

Melalui kegiatan ini, Ustadz Mahin berpesan agar anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perlakuan yang sama seperti anak-anak lainnya. Dengan demikian, anak berkebutuhan khusus juga dapat diterima di tengah-tengah masyarakat.

Sebaliknya Ustadz Mahin juga berpesan kepada semua pihak agar lebih peduli dan perhatian terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. (lai/saw)

Simak videonya: