Ingat Bahan Bangunan, Ingat Depo Bangunan

706
INGAT DEPO BANGUNAN JEMBER: Jika Anda membangun rumah atau butuh perlengkapan rumah tangga, ingat selalu Depo Bangunan.

Jember (WartaBromo.com)- Slogan tersebut tidaklah berlebihan. Karena Depo Bangunan merupakan supermarket khusus dan pertama yang menyediakan kebutuhan untuk membangun dan merenovasi rumah Anda. Mulai dari bahan bangunan sampai berbagai perlengkapan rumah tangga.

Dahulu, bila akan membangun rumah, kita harus keliling. Mencari bahan-bahan bangunan ke toko-toko yang letaknya berjauhan. Sehingga memakan waktu dan energi.

Berdasarkan pengalaman tersebut, sang Owner yang juga Dirut Depo Bangunan, Kambiyanto Kettin, yang sudah berkecimpung di industri bahan bangunan sejak 1975 ini mendirikan supermarket bahan bangunan, yaitu Depo Bangunan.

“Supermarket bahan bangunan pertama mulai beroperasi pada 5 Oktober 1996 dan berlokasi di Kalimalang, Jakarta Timur. Baru disusul Depo Bangunan di kota-kota besar lainnya,” tuturnya.

Kambiyanto Kettin memulai semuanya secara total. Mulai dari sistem marketingnya, jenis produk sampai sistem penjualannya.

LEBIH LUAS DAN MEGAH: Tampilan Depo Bangunan dibuat memanjang menimbulkan kesan mewah dan megah.

Berbicara tentang Depo  Bangunan Jember, Direktur Operasional Depo Bangunan Wilayah Timur, Johnny Liyanto ikut bersuara saat mendampingi Kettin. Menurut Johnny, Depo Bangunan Jember ini berdiri diatas lahan seluas 9.300 m2. Terdiri dari dua lantai. Total luas dua lantai 6.051 m2. Kalau sama gudang atau keseluruhan bisa mencapai 10.158 m2.

Jika kita melihat ke dalam dari Depo Bangunan Jember ini Anda pemandangan yang megah. Bentuk fasad bangunan dibuat memanjang. Hal ini membuat tampilan Depo Bangunan menjadi lebih megah dan elegan.

Apakah ada perbedaan yang signifikan antara Depo Bangunan Jember dengan Depo lainnya? Johnny menjawab langsung kepada insan pers yang hadir saat pembukaan. “Pada umumnya sama, apa yang kita jual disini dengan depo lainnya. Kalaupun ada item yang berbeda, itu kita sesuaikan dengan pasar yang ada,” katanya diplomatis.

Lantas apa kunci atau rahasia Depo Bangunan bisa berkembang pesat? Di sini, Kettin menjawab sesuai yang ditulis dalam buku milik Depo Bangunan. Soal rahasia sukses Depo Bangunan, menurutnya ada beberapa kata kunci.

Pertama, adanya team yang selalu serius dalam bekerja. Yang kedua, adalah faktor kepercayaan. Kepercayaan dari siapapun. Termasuk masyarakat (customer dan pembeli). Juga termasuk semua suplayer atau pemasok barang adalah mitra kerja Depo Bangunan.

Karena itulah, ia berharap semua dapat maju bersama-sama. “Modal kepercayaan yang Depo Bangunan tanamkan kepada rekan kerja serta kepada semua jajaran karyawan itulah yang merupakan kunci sukses Depo Bangunan hingga saat ini,” tegasnya.

SHOWER DAN PERLENGKAPAN KAMAR MANDI: Semua ada di Depo Bangunan.

Soal wilayah Jember yang menjadi Kota dimana Depo Bangunan ke-10 ini hadir, Kettin menilai Jember sudah mulai menunjukkan perkembangan wilayah yang signifikan. Mulai dari perkembangan pembangunan infrastruktur (termasuk properti), fasilitas kesehatan, pendidikan, pertanian dan yang lainnya.

Tentang perkembangan dunia properti dari tahun ke tahun menurutnya juga semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring kebutuhan akan rumah yang terus meningkat sesuai dengan rasio perkembangan jumlah penduduk Indonesia pada umumnya dan Jember pada khususnya.

Sempat disampaikan oleh Bupati Jember, Ir Hendy Siswanto, bahwa Jember memiliki penduduk cukup besar. Yakni, 2,6 juta jiwa lebih. Termasuk Kota/Kabupaten dengan jumlag penduduk terbanyak ketiga, setelah Surabaya dan Malang.

Tentunya, semakin banyaknya jumlah penduduk, kebutuhan akan papan (perumahan) juga relatif semakin banyak. Ini menandakan kebutuhan akan bahan bangunan itu berjalan paralel dengan proses pembangunan Kota/Kabupaten tersebut.

Data yang dirilis oleh Real Estate Indonesia (REI) beberapa waktu lalu (menurut catatan Depo Bangunan, red), kebutuhan akan rumah di Indonesia dalam satu tahun mencapai 700 ribu rumah. Sedangkan kesanggupan untuk membangun hanya 20 persen saja dari total kebutuhan tersebut.

“Itu berarti, sisanya dibangun oleh pribadi-pribadi atau sekelompok orang. Nah, dari sinilah Depo Bangunan hadir di saat yang tepat,” tegas Johnny sambil tersenyum. (day/*)