Semeru ada Lubang Baru? Ini Penjelasan yang Terjadi Sebenarnya

1352
Kondisi puncak gunung Semeru usai erupsi Sabtu (4/12/2021) lalu. Gambar diambil pada Jumat (10/12/2021). Foto: tangkapan layar video Andrea Ramadhan.

Lumajang (WartaBromo.com) – Aktivitas vulkanik Semeru memunculkan lubang di dalam kawah. Fenomena ini dinilai wajar, sehingga masyarakat diimbau tenang dan tetap tingkatkan kewaspadaan.

Lubang di puncak Gunung Semeru tersebut sudah diketahui dalam beberapa hari terakhir. Terlebih pada malam hari, bara lava kian menunjukkan keberadaan lubang dengan cukup jelas.

Beberapa pihak menyebut hal itu sebagai bukaan kawah gunung yang sampai saat ini masih menunjukkan aktivitasnya ini. Hingga Selasa (14/12/2021) pagi menjelang siang, kepulan asap berikut abu cukup konstan berlangsung.

Terkait aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa ini PVMBG menjelaskan, jika material lava masih mengarah ke Besuk kobokan berjarak sekitar 1 kilometer. Hembusan dari kawah, dikatakan terpantau dengan baik.

Baca Juga :   Blanko Kemendagri Terbatas, Pemkab Lumajang Terbitkan Suket Persis E-KTP

“Itu bukan lubang kawah baru, jadi di atas itu ada kubah lava yang berada di kawah. Nah kalau malam keliatan seperti ada api merah. Api merah ini berada di kawah,” kata Kristianto, Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api pada PVMBG menjelaskan.

Diungkapkan kemudian, puncak gunung sering mengeluarkan kepulan asap yang dijelaskan, bahwa hal itu berasal dari ujung lidah lava.

“Nah, ini masyarakat menganggapnya seperti lubang baru, padahal itu masih di dalam aliran lava,” lanjutnya.

Meski demikian, fenomena alam itu dianggap wajar dan masyarakat diminta tenang, tak merisaukan bukaan kawah itu walaupun tetap meningkatkan kewaspadaan. Pastinya, Kristianto menyatakan kondisi tersebut dinilai masih dalam taraf aman, meski sampai sejauh ini status Gunung Semeru pada waspada level 2.

Baca Juga :   Warga Koleksi Satwa Lindung Divonis 21 Hari hingga Merdeka Energi: Cerita dari Kampung Terkotor | Koran Online 20 Ags

Sekadar diketahui, akibat peningkatan aktivitas Semeru, tercatat 9.118 warga mengungsi di 115 titik tersebar di Lumajang, Probolinggo, hingga Malang. (lai/may/ono)