Tim Butuh Sponsor Juara, IESPA Bakal Gelar Kejuaraan Dunia

1115
TERBAIK: Leader tim Butuh Sponsor, Icang (tiga dari kiri) menerima hadiah dari Ketua IESPA Jatim, Fuad Benardi saat menjuarai turnamen Mobile Legends Exhibition di cafe Nom-Noman Pandaan, Minggu malam.

Pandaan (WartaBromo.com) – Teka-teki siapa yang memenangkan ajang game Mobile Legends Tournament, Minggu malam (19/12), terjawab sudah. Ya, Tim Butuh Sponsor akhirnya dinobatkan sebagai juara dalam kejuaraan Mobile Legends Bang-Bang IESPA Ekshibition Tournament.

Di Grand Final, Tim Butuh Sponsor (Sidoarjo) mampu menang dua game langsung saat mempecundangi Banyu Langit asal Gresik.  Dua tim luar kota memang mendominasi partai puncak. Sebelumnya, Tim Butuh Sponsor lolos ke babak akhir setelah menang atas Black Cloud Kota Pasuruan dengan skor 2-0. Sementara, rivalnya, Banyu Langit juga menggilas tim tuan rumah DMG Pandaan dengan skor yang sama.

Laga yang disiarkan secara live streaming Warta Bromo TV ini menggunakan BO 3. Jika diolahraga lain, BO dikenal dengan three winning set atau tiga kali pertandingan (kemenangan). Namun, jika tim sudah menang straight game langsung dengan skor 2-0, maka tim tersebut keluar sebagai pemenang.

STRIGHT GAME: Tim Butuh Sponsor saat beraksi memainkan Mobile Legends dan langsung memenangkan pertandingan cepat, 2-0 saat di final menghadapi Banyu Langit Gresik.

Laga grand final tad malam benar-benar seru. Tim Butuh Sponsor yang digawangi Icang (leader), Haris, Dimas, Liman dan Reza. Satu player lagi yakni Nan berposisi cadangan. Sementara, rivalnya, tim asal Kota Pudak Gresik, Banyu Langit digawangi Rifqi (leader), Rico, Fajar, Aib dan Bima. Banyu Langit tak mengikutkan pemain cadangan.

Laga kian seru dengan hadirnya dua caster (komentator), DJ Frey dan ‘si Cantik’ Natasa. Duo influenzer ini sudah mafhum dengan dunia anak muda, esport. Sehingga, pertandingan pun kian seru dengan omelan dan celotehan mereka.

Ketika open room dimulai, kedua tim bersiap mencari player yang dianggap mampu bermain taktis. Adu strategi pun dilancarkan kedua tim. Namun, seperti sudah diprediksi sebelumnya, Tim Butuh Sponsor bakal keluar sebagai juara.

Hal ini karena sepanjang perjalanan dari babak awal,selalu mulus mempecundangi lawan-lawannya. Bahkan, tersiar kabar jika Icang sendiri pernah menjadi atlet eskhibisi e-sport di PON Papua memperkuat PON Jatim, beberapa bulan lalu. “Ya, kmrn sempat ke Papua. Kalau yang ikut turnamen ini beda tim. Ini teman-teman yang saya temukan saat game online,” ujar Icang di sela-sela grand final tadi malam.

DUET CASTER: DJ Frey dan Natasa membuat suasana game Mobile Legends secara offline menjadi lebih hidup.

Pria dengan rambut di kuncir ini sudah yakin jika mampu meredam kelihaian tim Banyu Langit. Setiap tim Banyu Langit mengganti new hero, hampir dipastikan Icang dkk membentengi dengan hero lain yang sepadan. Sehingga, serangan dan strategi yang dibangun Banyu Langit sudah diterka lebih awal. “Woi…woi…woi….mau nerobos kemana bos! Ndak bisa. Ndak bisa,” teriak Reza yang membuat suasana Kafe Nom-Noman Pandaan menjadi lebih semarak.

Sayang, celotehan Reza dan Dimas tidak dibalas bersahutan oleh Rifqi dkk dari Banyu Langit. Di game awal, tim Butuh Sponsor hanya butuh waktu 12 menit untuk menyudahi permainan Banyu Langit.

Di game kedua, Banyu Langit mencoba merubah posisi. Strategi yang diinginkan Rifqi dkk ingin mengurung pertahanan Butuh Sponsor. Upaya menyerang yang diperagakan Banyu Langit dianggap sebagai strategi pertahanan terbaik.

Namun, strategi offensive ini ternyata juga bisa dibaca Icang dkk. Meski laga kedua tim agak Panjang dibanding game pertama, namun pada game kedua ini, tim Butuh Sponsor mampu menyudahi pertandingan lawannya di menit 22. “Yes, kita menang Bro!,” teriak Icang yang disambut salam kepalan tangan dari rekan-rekan setimnya.

Kemenangan tim Butuh Sponsor ini sempat digoda oleh Dj Frey. “Natasha, ini kok sama dengan suara panitia ya. Event kita butuh sponsor, eh, yang menang ternyata juga tim Butuh Sponsor. Klop ya,” candanya sambil tertawa ngakak.

Atas prestasi ini, tim Butuh Sponsor berhak atas uang tunai senilai Rp 1,5 juta plus hadiah lain dari sponsor dan sertifikat dari IESPA. Sementara, Banyu Langit harus puas di posisi runner up dengan membawa uang sebesar Rp 1 juta. Plus hadiah sponsor dan sertifikat IESPA.