Polresta Probolinggo Didatangi Korban Pencurian Motor

835

Probolinggo (wartabromo.com) – Polresta Probolinggo, ramai didatangi warga. Mereka adalah korban pencurian kendaraan bermotor.

Kejadian itu merupakan buntut ungkap kasus enam unit kendaraan bermotor, dari salah satu rumah warga Pakistaji, yang diduga sebagai penadah.

Pasca ungkap kasus itu, pihak kepolisian setempat memang mempersilahkan warga yang merasa jadi korban pencurian motor, untuk melihat unit yang ada. Tentu dengan membawa surat kelengkapan kendaraan.

Seperti yang dilakukan Shanty, warga Kota Probolinggo. “Awalnya saya tahu ada pengungkapan enam motor di Pakistaji itu. Lalu di medsos, di bawah unggahannya, dipersilahkan bagi warga yang merasa kehilangan motor untuk cek. Saya pun datang ke sini, ternyata tidak ada, bukan motor saya,” katanya, Jumat (24/12/2021).

Baca Juga :   Ada Badai Pasir Terjang Lereng Bromo, BPBD Tak Dapat Laporan

Diceritakan Shanty, motor matik miliknya hilang sekira bulan Juni 2021 lalu. Saat itu, dirinya tengah tidur di rumahnya, di kawasan Leces. “Kejadian malam hari, dan saya sempat merasa dilangkahi. Tapi anehnya tidak bangun. Baru sadar pagi harinya,” tuturnya.

Tak hanya Shanty, beberapa warga lainnya juga bergantian mendatangi Mapolresta Probolinggo, untuk melihat unit motor yang diamankan. Apakah cocok dengan milik mereka yang hilang. Namun beberapa warga harus kecewa. Lantaran motor curian yang berhasil diungkap, bukan milik mereka.

Pengungkapan enam unit motor curian itu, hasil kerjasama antara tim Jatanras Polres Pasuruan Kota, dengan tim Jatanras Polres Probolinggo Kota.

Dimana satu dari enam motor yang diamankan, lokasi kejadiannya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Kebetulan, dalam motor tersebut, tersemat GPS.

Baca Juga :   Ada 66 Kasus DBD Sepanjang Bulan Januari di Probolinggo

Berbekal lokasi terakhir dari GPS itulah, tim jatanras kemudian melacak dan memburunya. Ternyata, berada di salah satu rumah, di Kelurahan Pakistaji.

Polisi pun melakukan upaya paksa penggerebekan. Hasilnya adalah enam unit motor yang diduga hasil curian.

“Untuk motor dengan lokasi kejadian di Pasuruan Kota, sudah dibawa langsung ke sana. Lima sisanya, masih kami proses. Satu sudah teridentifikisi hasil curian dengan TKP Bayeman, Tongas,” kata Kasatreskrim Polresta Probolinggo, AKP Teddy Tridani, di kantornya.

Polisi kini memburu orang yang diduga sebagai penadah kendaraan curian tersebut. Yakni seorang berinisial M-Y, yang kabur ketika petugas lakukan upaya paksa. Polisi juga masih terus lakukan penyelidikan lebih lanjut. Kuat dugaan, ada sindikat besar yang bekerja di balik tindak kriminal pencurian motor antar kota ini. (lai/saw)