Tak Teridentifikasi, 8 Korban Erupsi Semeru Dimakamkan Secara Massal

645
Tak Teridentifikasi, 8 Korban Erupsi Semeru Dimakamkan Secara Massal

Candipuro (WartaBromo.com)Sebelas bodypart Korban Erupsi Gunung Semeru dimakamkan hari ini, Senin (3/1/2022). Sebanyak 8 bodypart di antaranya tidak bisa diidentifikasi.

Ada 11 bodypart yang ditemukan petugas saat evakuasi korban erupsi semeru. Sebanyak 8 bodypart tidak bisa diidentifikasi. Sementara 3 lainnya teridentifikasi.

Semuanya dimakamkan secara massal di pemakaman Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Ke delapan Bodybag yang masih belum dapat diidentifikasi adalah

1. Bp 027, TKP Curah Kobokan

2. Bp 033, TKP Kamar Kajang

3. Bp 036, TKP Kamar Kajang,

4. Bp 039, TKP Kajar Kuning

5. Bp 038, TKP Curah Kobokan

6. Bp 037, TKP Curah Kobokan

7. Bp 041, TKP Curah Kobokan

Baca Juga :   Waspada! Ini Model Investasi Bodong, Bawa Kabur Uang Nasabah hingga Rp500 Miliar

8. Bp 042, TKP Curah Kobokan

Sementara yang lainnya, B 023 identifikasi sebagai Samsul, dimakamkan oleh keluarga di TPU Kajar Kuning Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Lalu B 031 identifikasi sebagai Buinem, dimakamkan oleh keluarga di Oro Oro Ombo Batu dan B 043 identifikasi sebagai Agus Sutrisno, dimakamkan oleh keluarga di TPU Kajar Kuning Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim yang merupakan Ketua Tim DVI Polda Jatim mengatakan ke delapan body part yang masih belum dapat diidentifikasi tersebut terlebih dahulu dibungkus dengan alumunium. Hal itu bertujuan agar bodypart tetap utuh.

“Bodypart yang belum diidentifikasi akan dipindahkan tempatnya dilindungi dengan alumunium sehingga ketika dibutuhkan suatu saat masih bisa dilakukan identifikasi,” terangnya.

Baca Juga :   Begini Kronologi Banjir Lahar Dingin Semeru hingga Seret Mobil

Dalam kesempatan ini, Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim menarik Tim DVI Polda Jawa Timur dari operasi identifikasi korban tewas akibat erupsi Gunung Semeru.

“Masa berakhirnya sesuai dengan instruksi bapak Kapolda Jatim, sekitar 1 bulan kita mendapat tugas di Lumajang ini terkait operasi DVI,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, operasi DVI akan tetap dilakukan selama masih ditemukan bodypart yang lain. Hanya saja operasi dilakukan dalam lingkup kecil oleh RS Bhayangkara Lumajang.

“Tidak pernah ditutup selama masih ada jenazah yang belum diidentifikasi. Namun operasi DVI dilanjutkan dengan skala lebih kecil oleh RS Bhyangkara,” ungkapnya.

Sekadar informasi, selama masa operasi, Tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentivikasi 40 jenazah dan sudah diambil oleh keluarganya. Proses pengidentifikasi dilakukan dengan menggunakan tes DNA dan penyocokan sidik jari. (rul/may)