Pria Jual Foto Selfie di NFT Laku Miliaran, Ternyata Begini Cara Jualnya

1253

Pasuruan (wartabromo.com) – Baru-baru ini seorang pria di Indonesia viral lantaran menjual foto selfinya di situs penjualan karya digital berbasis NFT, OpenSea. Pendapatan yang diraupnya mencapai miliaran rupiah.

Dilansir dari kompas.com, pria tersebut bernama Ghozali (22) asal Semarang, Jawa Tengah. Ghozali yang sampai sekarang tercatat sebagai mahasiswa, mengaku sudah menekuni bisnis NFT sejak tahun 2018.

“Ini benar-benar gambar saya di depan komputer hari demi hari,” tulis Ghozali di akun OpenSea miliknya, Ghozali Everyday.

Disebutkan, Ghozali menyediakan sebanyak 933 foto selfie dan per foto dijual sebesar 0.001 ETH atau sekitar Rp45 ribu. Namun, harga ini bisa naik atau turun tergantung situasi pasar.

Menilik peristiwa di atas, tak sedikit orang bertanya-tanya mengenai cara menjual foto sebagai produk NFT di OpenSea. Begini caranya:

  • Masuk ke laman OpenSea.io.
  • Bagi pengguna baru, daftarkan akun lebih dulu dan masuk dengan akun yang sudah didaftarkan.
  • Klik pada foto profil pada bagian kanan atas.
  • Pilih “Profile”.
  • Pilih NFT yang ingin dijual dari wallet.
  • Klik“Sell” , tunggu beberapa saat sampai diarahkan ke halaman penjualan.
  • Pilih jenis dan harga jual.
  • Apabila ingin menetapkan harga lelang atau tetap, maka atur saja sesuai instruksi yang diberikan.
  • Setelah itu, klik “Complete Listing”.
  • Khusus pengguna pertama, lakukan verifikasi wallet dengan melakukan dua kali transaksi. Tujuannya, untuk menginisiasi akun penjualan dan memberi akses item ke OpenSea saat penjualan sedang berlangsung.
  • Terakhir, konfirmasi rincian penjualan dan post NFT yang akan dijual di OpenSea.

Bagaimana mudah, kan? Bagi Bolo warmo yang tertarik, bisa langsung mencobanya. Perlu diketahui, tak hanya foto yang bisa dijual sebagai produk NFT di OpenSea. Melainkan bisa juga berupa karya seni lain seperti musik, desain grafis, video, game dan lainnya.

Sebagai informasi, NFT (Non Fungible Token) adalah aset digital yang mewakili objek dunia nyata yang sudah ada sejak 2014. Benda-benda itu dijual secara online, seringkali menggunakan cryptocurrency, seperti Bitcoin atau Ethereum. (trj/may)