PT Indonesia Power Tanam HTE untuk Kebutuhan Energi Baru Terbarukan

1280
PENANAMAN: Direktur SDM PT Indonesia Power, Bagus Setiawan (tiga dari kiri depan), GM Indonesia Power Grati POMU, Buyung Arianto dan para manajemen dan pegawai PT IP usai melakukan penanaman perdana Hutan Tanaman Energi di lapangan IP Desa Rejoso Lor.

Pasuruan (WartaBromo.com) – PT Indonesia Power Grati POMU melakukan penanaman perdana pohon Hutan Tanaman Energi (HTE). Kegiatan ini dipusatkan di lapangan milik PT IP Grati POMU di Desa Rejoso Lor Kecamatan Rejoso, Rabu pagi (19/1).

Penanaman perdana ini bertujuan untuk mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Penanaman perdana ini dilakukan serentak di seluruh PT Indonesia Power di Indonesia.
“Upaya penanaman pohon HTE ini dalam rangka memenuhi komitmen kita untuk menjaga kelestarian lingkungan. Juga kita menghadapi dinamika kebutuhan zaman. Kita menjadikan energi baru terbarukan,” ujar Direktur SDM PT Indonesia Power, Bagus Setiawan.

COFIRING: Direktur SDM PT Indonesia Power, Bagus Setiawan menanam pohon untuk masa depan energi baru terbarukan.

Pohon yang ditanam pada HTE berjenis gamal (Bahasa jawa: glirisidi/residi), lamtoro/sengon, dan kaliandra sebanyak 150 bibit. Pohon-pohon ini dikenal sebagai pohon energi. Menurut beberapa sumber terpercaya, pohon-pohon ini memiliki kandungan energi panas atau nilai kalor masing-masing 4.548 kkal/kg, 4.967 kkal/kg, dan 4.617 kkal/kg.

Baca Juga :   PT Indonesia Power Grati Beri Santunan Kepada 200 Anak Yatim

Selain itu, pohon ini mudah tumbuh. Dan sudah bisa dipanen dalam tempo 6 bulan. Sekai tanam bisa 15 kali panen. Karena akan bertunas dan tumbuh lagi. Penanaman perdana HTE ini dihadiri GM PT Indonesia Power Grati POMU, Buyung Arianto, segenap manajemen, perwakilan pegawai dan perwakilan Muspika setempat.

TANAMAN ENERGI: GM PT IP Grati POMU, Buyung Arianto juga ikut menanam hutan tanaman energi.

“Strategi kami memanfaatkan dari biomasa yang kami sebut cofiring untuk  ditambahkan ke batu bara. Kami tanam dari hutan tanam energi. Bio masa dihadilkan dari woodchip. Dari woodchip akan dipakai cofiring bersama batu bara,” tegas Bagus.

Sebelum penanaman dilakukan di lapangan milik PT IP, para undangan yang hadir disuguhi acara ceremonial dalam bentuk zoom meeting. Saluran virtual ini untuk mendengarkan sambutan dari Direktur Utama PT IP yang bisa disaksikan seluruh IP se Indonesia.

Baca Juga :   Jalin Kebersamaan, PT Indonesia Power Rayakan Kemerdekaan Bersama TNI AL
MENANAM BERSAMA: Direksi, manajemen, karyawan dan perwakilan muspika ikut menanam bersama untuk kelestarian lingkungan dan masa depan energi.

Penanaman perdana HTE ini sekaligus sebagai eco inovasi atau sebagai inovasi sosial di masyarakat. Selain itu dapat direplikasi di tempat lain. Karena program ini sejalan dengan arahan dari Presiden RI yang telah mencanangkan transformasi energi baru terbaharukan dan akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau dan rendah karbon.

“Batu bara dari wood chip kita akan gunakan sebagai salah satu sumber energi. Kita harus mengurangi fosil dan beralih menggunakan kayu (wood chip),” cetusnya.

Biomassa yang dihasilkan dari tanaman energi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai campuran batu bara untuk dorong target bauran EBT 23 persen pada tahun 2025.
Hal senada juga diungkapkan Buyung Arianto, GM PT IP Grati POMU. Menurut Buyung, penanaman HTE ini perlu kolaborasi dan sinergi dengan banyak pihak. Termasuk masyarakat. “Kalau ada masyarakat yang menanami lahannya dengan HTE ini, bisa menghubungi kita. Kita beli tanamannya,” tegas Buyung.

Baca Juga :   Pandemi dan Momentum Wujudkan Ketahanan Energi

Kegiatan yang dilakukan oleh Indonesia Power, lanjutnya, sejalan dengan program PROPER yang juga mendorong perusahaan untuk melaksanakan kegiatan yang memiliki unsur inovasi sosial.
“Kami ingin mengoptimalkan cofiring ini. Juga tentunya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Maka dari itu, kami lakukan gerakan menanam tanaman atau pohon energi ini,” tegasnya. (day/*)