Dua Sekolah di Kota Pasuruan Tak Bisa Menggelar Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

1078

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 100 persen di Kota Pasuruan mulai digelar hari ini, Senin (24/01/2022). Namun ada dua sekolah tidak dapat menggelar PTMT.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arief mengatakan, seluruh sekolah yang berada di bawah naungan dinasnya, yakni sekolah tingkat PAUD hingga SMP, sudah melakukan verifikasi dan validasi.

Di Kota Pasuruan, ada 219 PAUD dan TK yang telah terverifikasi, kemudian 67 SD negeri dan swasta, dan 29 SMP negeri dan swasta. Untuk sekolah SMP, ada 2 sekolah swasta yang tidak bisa menggelar PTMT 100 persen.

Menurut Mualif, dua sekolah tersebut tidak lolos verifikasi dan validasi. Sekolah tersebut dinilai belum siap dan selain itu beberapa data yang diunggah dalam proses verifikasi tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Baca Juga :   Pelajar NU Probolinggo Bersemangat Ikuti Ngaji Jurnalistik Bareng WartaBromo

“Terutama soal kebersihan lingkungan. Kamar mandinya tidak ada sabun. Tempat cuci tangan juga tidak ada sabun,” kata Mualif.

Mualif melanjutkan, selama PTMT 100 persen berlangsung, sekolah memang diwajibkan secara ketat benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selama pelaksanaan PTMT 100 persen, pengaturan durasi jam pelajaran maksimal 6 jam pelajaran dengan frekuensi hari sekolah penuh.

PTMT 100 persen ini akan diberhentikan selama 5 hari apabila terdapat kasus konfirmasi atau kontak erat dan angka positif rate di bawah 5%.

“PTMT 100% akan dihentikan selama 14 hari apabila terdapat kasus konfirmasi atau kontak erat dan angka positif rate di atas 5%,” ujar Mualif. (tof/may)