Tiga Tahun Beroperasi, Tol Pandaan-Malang Masih Sisakan Masalah

2440
Lahan milik Pemkab Pasuruan (sebelum terkena tol) di Purwodadi yang semula akan dipakai untuk Pasar Agro. Foto: harian Bhirawa.co.id

Pasuruan (WartaBromo.com) – Hampir tiga tahun beroperasi, keberadaan jalan tol Pandaan- Malang ternyata masih menyisakan masalah.

Pasalnya, rencana Pemkab Pasuruan untuk membangun Pasar Agrobisnis di Purwodadi semburat. Tak hanya itu, lahan aset yang terkena dampak proyek tersebut juga tak pernah diganti.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf tak mengelak adanya persoalan tersebut. Kendati jalur bebas hamabatan itu sudah tiga tahun beroperasi, lahan untuk Pasar Agro yang terkena proyek tol tersebut belum ada penggantinya.

“Itu yang masih menjadi ganjalan bagi kami sampai saat ini, karena aset daerah yang kena tol itu tidak sedikit,” katanya, Selasa (25/1/2022).

Sebagai catatan, Pemkab Pasuruan merencanakan untuk membangun Pasar Agro, tepat di depan Kebun Raya Purwodadi. Lahan seluas 3 hektare lebih bahkan telah disiapkan Pemkab untuk keperluan itu.

Baca Juga :   Xenia Nyungsep di Tol Pandaan-Malang

Namun, belakangan, sebagian lahan tersebut dipakai jalan tol Pandaan-Malang. Dari 3 hektare yang ada, kini hanya tersisa 1 hektare.

Bupati mengakui, sesuai regulasi, aset daerah tidak termasuk pihak yang mendapat ganti rugi jika masuk dalam peta jalan. Apalagi dengan dalih untuk kepentingan umum.

“Tapi, ini kan BUMN. Jalan tol itu kan perusahaan, ada duitnya. Sisa aset yang tidak terpakai itu juga kan akhirnya tidak bisa dipakai, wong tidak ada aksesnya,. Jadinya mangkrak,” kata Bupati.

Karena itu, Bupati pun tetap meminta kepada pihak pengelola jalan tol untuk memberikan ganti rugi. Atau setidaknya, membuka akses agar sisa lahan yang ada bisa dimanfaatkan.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya beberapa sempat mengundang pihak tol untuk bermusyawarah. Akan tetapi, tidak mendapat respons.

Baca Juga :   Jelang Dibuka Fungsional, Ruas Tol Pandaan-Malang Mulai Dipasang Rambu

“Sudah kami sampaikan juga ke Kementerian PUPR agar ada solusi. Semoga saja segera, karena Pasar Agro itu dulu juga untuk masyarakat Pasuruan,” ujarnya. (asd)