Jadi Pemicu Banjir, Ini Fakta-Fakta Kali Welang

1055
Sejumlah bocah bermain di jembatan gantung Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek yang rusak diterjang banjir, Selasa (8/3/2022) lalu. Foto: Romadoni.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (8/3/2022) menyebabkan kali Welang meluap. Akibatnya sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Pasuruan terendam banjir.

Berdasarkan catatan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada tahun 2015, kali Welang merupakan salah satu sungai yang paling sering memicu banjir di wilayah Pasuruan, utamanya Kecamatan Kraton. Apalagi saat musim penghujan datang, banjir seolah tak terelakkan.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat kali Welang menjadi titik sorot terjadinya banjir di kota dan Kabupaten Pasuruan? Ini faktanya!

1. Sungai Cacthment dengan Area Terbesar

Tak banyak masyarakat sekitar yang tahu bahwasanya kali Welang merupakan sungai catchment dengan area terbesar yaitu 518 km2. Berdasarkan data dari Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, kali Welang juga memiliki panjang sungai 40,09 km.

Baca Juga :   Hujan Deras di Bromo, Jalur Pantura Pasuruan Kebanjiran

Kali Welang juga memiliki 57 anak sungai serta 79 sumber air didaerah sekitar kawasan lereng Gunung Arjuno dan Bromo.

2. Kondisi Morfologi yang Berkelok-kelok

Berdasarkan morfologinya kali Welang merupakan sungai dengan tipe berkelok-kelok (meandering). Pada sungai tipe ini erosi secara umum lemah sehingga pengendapan sedimen kuat.

Erosi horisontalnya lebih besar dibandingkan erosi vertikal, perbedaan ini semakin besar pada waktu banjir. Dan menyebabkan aliran sungai sering berpindah tempat secara mendatar.

3. Sungai dengan Tipe Parennial

Tak seperti sungai kebanyakan, Kali Welang juga termasuk tipe sungai perennial. Yakni, sungai yang aliran airnya selalu mengalir sepanjang tahun meskipun saat musim kemarau.

Kendati demikian, kali Welang memiliki aliran air yang cukup deras disertai meterial sedimen dari hulu. Dimana kemudian endapan pada alur sungai menjadi landai, ruas sungai melebar dan secara berangsur menyebabkan pendangkalan pada beberapa titik alur sungai.

Baca Juga :   Cuaca Buruk Selama Tiga Hari, 9.765 KK di Kabupaten Pasuruan Terdampak Banjir

4. Salah Satu Wilayah Sungai yang Diperuntukkan Bagi Penyediaan SDA di Pasuruan

Wilayah Sungai (WS) Welang-Rejoso merupakan salah satu wilayah sungai yang cukup luas yang diperuntukan bagi penyediaan Sumber Daya Air di daerah Pasuruan.

Tak cuma itu, WS Welang-Rejoso juga memiliki luas sebesar 3.593 km2, dengan jumlah sungai 35 buah dan DAS yang melintasi kabupaten atau kota sebanyak 13 buah.

5. Termasuk DAS yang Berada dalam Kewenangan Pemprov Jatim

Untuk diketahui, Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang bukan bagian dari wewenang Pemkab Pasuruan, melainkan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

6. Satuan Wilayah Sungai yang Berawal dari Daerah Lawang

Sungai Welang berawal dari daerah Lawang (Kabupaten Malang), mengumpulkan air permukaan dan sumber air dari kawasan Gunung Arjuna (+3.200 m) dan Gunung Bromo (+2.400 m). (trj/asd)