Super PES Karta di Probolinggo Diserbu Gamers Malang hingga Banyuwangi

1978

Probolinggo (wartabromo.com) – Turnamen Pro Evolution Soccer (PES) yang digelar karang taruna (Karta) Desa Binor, Paiton, Probolinggo diserbu gamers dari berbagai daerah. Tanpa disangka banyak gamers dari berbagai daerah seperti Malang, Banyuwangi, Situbondo tertantang untuk mengikuti turnamen Super PES season perdana ini.

Penanggung jawab turnamen sekaligus Ketua Karta Binor Probolinggo Helman Zuhri mengatakan antusiasme peserta dari luar daerah cukup tinggi. Peserta dari luar daerah ini ikut mendaftar bukan hanya satu gamers saja, namun ada lebih dari dua peserta yang didaftarkan untuk turnamen Super PES ini.

“Peserta turnamen Super PES ada 40-an, turnamen kami gelar secara offline dengan standar protokol kesehatan yang ketat untuk peserta maupun penonton. Tentu kami akan memberikan jarak dan prokes lainnya yang diperlukan, seperti masker dan lainnya,” kata Helman Zuhri, Senin (21/3/2022).

Baca Juga :   13 Komunitas Pemuda di Probolinggo Berkolaborasi Untuk Donor Darah Bareng

Turnamen Super PES yang digelar di desa setempat ini dilaksanakan mulai tanggal 18 Maret hingga 20 Maret 2022 kemarin. Peserta mendapatkan piala bergilir Turnamen Super PES Probolinggo 2022, beserta total hadiah uang tunai Rp1,5 juta.

“Harapnnya dengan adanya turnamen ini tentunya menjaga solidaritas antar teman-teman karta di Probolinggo, karena kami juga undang karta yang lain untuk ikut turnamen, kami juga buka untuk umum, agar silaturahmi ini juga tetap terjaga,” imbuhnya.

Koordinator Super PES Karta di Probolinggo Andi Susanto mengatakan perkembangan dunia game kini makin pesat bukan hanya di perkotaan saja, namun juga di tingkat desa mulai tumbuh.

Pihaknya mencoba untuk mewadahi dengan menggelar turnamen agar para gamers ini bisa diarahkan ke jalurnya atau bisa berprestasi.

Baca Juga :   Melihat Galang Donasi hingga Kirim Relawan ke Lokasi Banjir Ala Karta Probolinggo

“Bukan tidak mungkin nanti akan muncul bibit-bibit pemain profesional dari desa, apalagi kalau bicara soal koneksi atau jaringan internet untuk game seperti PUBG, Mobile Legends dan sebagainya sudah cukup baik jaringannya,” ungkapnya.

Hal ini kata dia tidak jadi penghalang munculnya para gamers profesional dari desa, karena itu harus diarahkan ke kegiatan yang lebih positif yakni dengan mengadakan turnamen tersebut. Rencananya di tempat lain juga akan menggelar turnamen serupa, dan akan dibuat secara series. (yog/yog)