Alih Fungsi Lahan Perparah Banjir di Pasuruan

667

Pasuruan (WartaBromo.com) – Banjir kembali melanda sejumlah tempat di Pasuruan, menjelang akhir pekan (25/3/2022) lalu. Ini merupakan yang ke sekian kalinya sepanjang musim penghujan kali ini.

Gunawan Biwinsono, pakar hidrologi asal Universitas Merdeka (Unmer) Malang menyebut, banjir yang terjadi tak lepas dari perubahan tata guna lahan dalam dua dekade terakhir.

“Semua tahu ya bagaimana kondisi hulu dan DAS kita. Terjadi alih fungsi lahan yang cukup massif,” kata Gunawan.

Ia mengakui, fenomena badai elnina juga turut memberi pengaruh. Akan tetapi, dampak badai tersebut bisa lebih ditekan tatkala kondisi hulu dan DAS masih baik.

Di wilayah DAS Rejoso misalnya, dikatakan Gunawan, marah alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan. Seperti permukiman, pertanian, hingga pertambangan.

Baca Juga :   Bersihkan Enceng Gondok di Kali Wrati, BBWS Turunkan Alat Berat

Situasi itu, lanjuut dia, membuat tegakan semakin berkurang yang pada akhirnya mempercepat laju runoff curah hujan ke hilir.

“Karena runoff begitu cepat, air kemudian tidak tertampung oleh badan sungai yang akhirnya meluber menjadi banjir,” jelas Gunawan.

Seperti diketahui, sejumlah tempat di Pasuruan menjadi langganan tiap tahun. Seperti Grati, Kraton, Bangil, Winongan, Gondangwetan, hingga Gempol. (asd)