Dari 6000 Liter Per Detik, Debit Umbulan Kini Tersisa 2800 Liter Per Detik

1216

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kondisi mata air Umbulan di Winongan, Kabupaten Pasuruan semakin mengkhawatirkan. Itu karena debut mata air terbesar di Pulau Jawa ini terus menyusut.

Sekretaris Forum Daerah Aliran Sungai (For-DAS) Zainul Arifin menyebut, sebelumnya Umbulan tercatat memiliki debit air hingga 6000 liter per detik.

“Pada 80-an, debut Umbulan mencapai 6 ribu liter per detik. Tetapi, sekarang hanya tinggal 2800 an,” kata Zainul kala hadir dalam lokakarya dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang difasilitasi WartaBromo, pekan lalu

Menurut Zainul, selain eksploitasi berlebihan, perubahan tutupan lahan dinilai menjadi penyebab menurunnya debit Umbulan. Terutama di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) Rejoso yang merupakan wilayah imbuhan Umbulan.

Baca Juga :   Soal Pengelolaan Sampah di Bromo, Begini Kata TNBTS

Penuturan yang sama disampaikan Gunawan Wibisono, pakar hidrologi asal Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Menurutnya, alih fungsi lahan di wilayah DAS Rejoso terjadi cukup massif dalam 2-3 dekade belakangan.

“Banyak tutupan lahan di daerah imbuhan yang telah beralih fungsi untuk berbagai kegiatan. Mulai dari pertanian, permukiman, hingga pertambangan,” katanya.

Karena itu, menurut Gunawan, perlu ada upaya signifikan dari para pihak agar sumber Umbulan tak benar-benar habis.

“Karena kalau sampai itu (sumber Umbulan habis, Red) terjadi, itu berarti bencana bagi semua,” tegas Gunawan. Sebab, Umbulan tidak hanya menyuplai kebutuhan baik bersih warga Pasuruan. Tetapi, juga masyarakat daerah lain di Jawa Timur. Seperti Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. (tof/asd)