Hari Pertama Kerja Tanpa Sekda, Bupati Pasuruan Teringat Kebaikan Almarhum Semasa Hidup

1173

Pasuruan (wartabromo.com) – Hari pertama kerja usai libur lebaran, Para pegawai Pemkab Pasuruan dihadapkan pada kenyataan kehilangan sosok pimpinannya. Sekda Anang Saiful Wijaya berpulang pada Rabu (4/5/2022) dini hari lalu.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dan para pejabat ASN pun berkumpul di halaman kantor Pemkab Pasuruan, Senin (9/5/2022) pagi ini untuk membacakan Tahlil dan Yasin khusus untuk almarhum.

Tak hanya pejabat aktif, sejumlah pensiunan dan mantan Sekda Agus Sutiadji pun tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Seperti belum bisa melupakan sosok Anang, Bupati Pasuruan bercerita jika dirinya sempat mendapatkan firasat sebelum kepergian mantan Asisten 1 Bidang Pemerintahan tersebut.

“Saya tanda tangan SK Kades jam 1 malam, tiba-tiba saya berhenti dan langsung menyebut nama beliau. Ternyata pukul setengah 3 pagi saya dapat kabar ini, ” kenangnya.

Baca Juga :   Ini Kata Gus Irsyad Soal Rehab Lapangan Tenis Pendopo

Diceritakan Bupati, almarhum sudah merasakan sakit sejak menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I). Sakitnya terus terasa hingga menjabat Sekda.

Hanya saja, meski di tengah kesakitan, almarhum tak pernah abai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Bahkan, satu hal yang mencerminkan sosok almarhum yang selalu diingat adalah menyelesaikan semua pekerjaan sebelum intruksi/perintah turun darinya.

“Sejak Asisten 1 sudah sakit, beberapa kali ijin untuk berobat. Saya maklumi, tapi beliau sangat bertanggung jawab dengan semua tugasnya. Sakitnya tak pernah ia rasakan. Saya belum selesai memberikan tugas, tapi semuanya sudah selesai. Itulah bukti bahwa beliau orang yang sangat baik dan bertanggungjawab pada semua pekerjaannya,” cerita Gus Irsyad akan sosok almarhum.

Baca Juga :   480 CPNS di Kabupaten Pasuruan Terima SK Pengangkatan

Kebaikan berikutnya yang tercermin dalam sosok almarhum adalah tak pernah memandang siapa lawan bicaranya. Entah itu bawahan sekelas THL hingga siapa saja yang berbicara dengannya.

“Dalam berinteraksi, bisa ramah dan dihormati, sekaligus menjadi tauladan karena beliau tak pernah memandang siapa lawan bicaranya. Semuanya sama meski beliau PNS tertinggi di Pemkab Pasuruan,” urainya. (mil/yog)