Skor Kecil, Kota Pasuruan Masuk Daerah Kurang Inovatif

623
Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul saat menyampaikan nota pengantar keuangan, Kamis (31/3/2022). Foto: Amal Taufik.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kota Pasuruan termasuk sebagai kota yang kurang inovatif. Hal ini berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penilaian Kemendagri tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 002.6-5848 Tahun 2021 Tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota Tahun 2021.

Dalam keputusan tersebut, daerah-daerah di Indonesia dikelompokkan berdasarkan kota dan kabupaten. Masing-masing kota dan kabupaten diberi skor berdasarkan hasil pengukuran indeks inovasi daerah dan diberi predikat sangat inovatif, inovatif, dan kurang inovatif.

Kota Pasuruan berada di urutan ke-83 dari 93 kota di Indonesia. Skor yang didapat Kota Pasuruan 13,60 dengan predikat sebagai kota yang kurang inovatif.

Kota Pasuruan masih kalah dengan kota tetangga, yakni Kota Probolinggo. Kota Probolinggo masuk dalam 10 besar teratas dengan skor 61,51 dan mendapat predikat kota sangat inovatif.

Baca Juga :   PAD Kota Pasuruan Naik meski Dihajar Pandemi Tahun Lalu

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui, bahwa sampai saat ini masih banyak berkutat di urusan-urusan dasar di tubuh Pemkot Pasuruan.

“Kayak misalnya opini BPK, fokus RTRW, lalu MCP dari KPK. SAKIP kami juga tidak naik. Masih B. Ya kami akui,” kata Gus Ipul.

Namun demikian, Gus Ipul mengaku terus berupaya melakukan pembenahan. Salah satunya adalah realisasi Mal Pelayanan Publik (MPP). Ini, kata Sekjen PBNU tersebut merupakan inovasi pemkot dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kemudian juga ada E-Sambat. Tapi itu belum dinilai. Ya kita akuilah kita belum inovatif. Tahun inilah kita kejar ketertinggalan itu,” imbuh Gus Ipul. (tof/asd)