Banjir di Rejoso, Bukti Dampak Perubahan Iklim Bukan Hoax

457

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan dilanda banjir, awal pekan lalu. Peristiwa itu kian menegaskan akan dampak perubahan iklim yang tengah terjadi saat ini.

Hal itu dinyatakan pakar hidrologi asal Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Gunawan Wibisono menyikapi banjir yang terjadi baru-baru ini.

“Cuaca yang tak biasa atau anomali cuaca itu memang menjadi salah satu dampak dari perubahan iklim,” katanya, Sabtu (14/5/2022).

Anomali itu, kata Gunawan, bisa ditandai dengan siklus cuaca yang cenderung tak menentu dan sulit diprediksi. Misalnya, hujan yang masih kerap terjadi di tengah musim kemarau.

Sebelumnya, berdasar prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perhitungan musim kemarau dimulai April lalu. Namun, kenyataannya, hingga pertengahan Mei ini, hujan masih terjadi di banyak tempat.

Baca Juga :   Lahan di Jeladri Winongan Terbakar, Sebuah Rumah Nyaris Terlalap Api

Di beberapa lokasi, intensitas hujan bahkan cukup tinggi hingga memicu banjir di sejumlah lokasi. Seperti yang terjadi di Rejoso, awal pekan lalu.

Karena itu, Gunawan pun mengajak kepada semua pihak, termasuk masyarakat untuk bersama-sama mengurangi dampak perubahan iklim.

“Cara yang paling simpel adalah dengan menanam pohon. Satu pohon saja di depan rumah, itu akan mengurangi emisi yang menyebabkan suhu bumi semakin panas,” terang Gunawan. (asd)