Subsidi Dicabut, Pemerintah Gelontor 14 Ton Minyak Goreng Curah

503

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah secara resmi mencabut subsidi minyak goreng (Migor) curah mulai hari ini, Selasa (31/5/2022). Untuk mengantisipasi kenaikan harga, sebanyak 14 ton migor digelontorkan Kota Probolinggo.

Belasan ton migor itu disebar ke beberapa lokasi. Di antaranya Pasar Ketapang di Kademangan 6 ton, Pasar Wonoasih 5 ton dan di halaman kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) 3 ton.

Minyak goreng murah itu dilepas dengan Rp.14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Operasi pasar itu digelar karena harga migor  curah di tingkat eceran masih tinggi. Misalnya di Pasar Wonoasih, pedagang menjual Rp 16.500 per liter dan Rp 23.000 per liter untuk jenis kemasan.

Baca Juga :   Warga Probolinggo Berebut Minyak Goreng di Swalayan

“Semoga giat seperti ini ada terus sampai harganya kembali normal. Peminatnya juga lebih banyak yang curah daripada (minyak goreng) kemasan, kalau di Pasar Wonoasih,” sebut Filda (36), salah satu pedagang.

Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Keuangan Wali Kota Probolinggo, Wawan Soegyantono mengatakan, kerjasama dengan Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo itu bertujuan menekan tingginya harga migor.

Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mengatasi kelangkaan migor yang selama ini banyak dikeluhkan warga.

“Jangan ada penimbunan yang dapat menimbulkan kerugian pada kepentingan masyarakat. Sehingga semuanya dapat ikut merasakan program yang diupayakan oleh pemerintah pusat dan daerah,” tegas Wawan.

Sementara itu, Gunawan pemilik Toko Kota Indah menyebutkan, pihaknya mendapat kiriman migor dari Surabaya. Tiap hari sebanyak 7.600 kg per hari dengan harga 13.300/kg. Kemudian dijual kepada agen dengan harga 13.800-14.000/kg.

Baca Juga :   Marak Joki, Warga Kota Probolinggo Celup Tinta Usai Beli Minyak Goreng

“Karena keterbatasan armada yang saya miliki, saya hanya sanggup segitu per hari. Bisa lebih, jika saya punya armada yang cukup banyak. Toko kami melayani tidak hanya wilayah kota saja, tetapi juga Kabupaten Probolinggo,” ucapnya.

Penghapusan subsidi tidak mengubah HET (harga eceran tertinggi) minyak goreng curah di harga 14.000/liter atau 15.500/kg untuk konsumen langsung. Masyarakat tidak perlu beli panik (panic buying) karena stok tercukupi. (saw/asd)