Tolak Bromo Adventure Trail, Relawan Mulai Petisi #savekalderabromo

257

Sukapura (WartaBromo.com) – Penolakan event Bromo Adventure Trail and Mountain Bike terus mendapat bergulir kali ini muncul dari relawan pemerhati lingkungan. Bahkan relawan mulai menulis petisi #savekalderabromo sebagai wujud penyelamatan lingkungan, dari perusakan secara masif.

Petisi #savekalderabromo diinisiasi oleh Muhammad Anshori, Humas Forum Sahabat Gunung (FSG) pada Jumat pagi (22/7/2022).

Hingga berita ini ditulis sudah ada 361 nitijen yang menandatanganinya. Menurut mereka, Kaldera Bromo, merupakan satu-satunya kaldera yang bisa dikunjungi dan digunakan untuk berwisata. Dimana kaldera purba, dari gunung berapi aktif, punya ekosistem dan pemandangan yang sangat mempesona.

“Kegiatan tersebut melibatkan ribuan unit motor trail. Pastinya debu, bising dan sampah akan meningkat berkali lipat dari biasanya. Lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas semua itu?,” ujarnya ketika dihubungi wartabromo.

Baca Juga :   Antisipasi Paparan Abu Bromo, BPBD Tambah Pasokan Masker

Indikasi kerusakan di dalam kaldera Bromo pun terpampang di depan mata. Sangat disayangkan sekali jika ekosistem Bromo yang menjadi sorotan dunia, rusak karena event seperti itu. “Event itu juga tidak disebutkan berapa kuota pesertanya, pastinya ada ribuan kendaraan bermotor,” lanjutnya.

Tertulis dalam petisi, kekhawatiran kerusakan lingkungan akibat event dengan ribuan kendaraan bermotor itu lolos digelar.

Kami dari @forumsahabatgunung menyatakan ikut menolak kegiatan tsb, membayangkan akan ada ratusan motor dan mungkin ribuan motor yg mengeluarkan raungan menderu, belum lagi efek dari sampahnya, bunyinya, kebut kebutannya, debu bertebaran dll, siapa yang bisa mencover sedemikian banyak pemotor, blm lagi kaitan dengan pengunjung wisata lainnya, yang mereka ingin berwisata di kawasan Bromo, siapa yang mau menjamin mereka tidak keluar dr jalur yg sdh ditentukan atau bermain main di kawasan yang notebene kawasan dengan sebuah perlindungan yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, rusak sdh nanti ekosistem laut pasir, yang di Indonesia bahkan dunia tidak banyak ekosistemnya seperti ini, kita bisa berada di sebuah kawasan yang di masa lalu adalah sebuah kawasan vulkanik hingga sekarang. #SAVEKALDERABROMO”

Baca Juga :   Erupsi, Bromo Beri Suguhan Eksotis

Melalui petisi itu diharapkan kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan, bisa dicegah. Demi kelangsungan ekosistem, kondisi alam dan kelestarian lingkungan.

Walau tak dipungkiri, ada dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Namun nominal ekonomis yang didapat, tidak akan pernah sebanding dengan kerusakan lingkungan yang terjadi. Jika kegiatan tersebut diloloskan.

“Dampak lainnya, pasti nanti akan muncul event serupa yang lebih besar. Jika kegiatan itu diloloskan. Lalu bagaimana wajah Bromo setelahnya,” tandas lelaki yang akrab disapa Bang Ori ini.