Hasil Polling: 61 Persen Warganet Pakai Calo untuk Urus SIM 

417
Ilustrasi pembuatan SIM.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 332 warganet mengaku menggunakan jasa calo untuk pengurusan surat izin mengemudi (SIM). Mereka membayar hingga hampir Rp1 juta untuk pembuatan SIM C.

Hal ini didapatkan berdasarkan survei yang dilakukan WartaBromo pada Kamis (11/08/2022) melalui media sosial Instagram. Sedikitnya ada 541 warganet yang mengikuti polling selama 24 jam itu.

Dalam survei, ada beberapa hal ditanyakan media ini. Pertama, mengenai berapa banyak bolo warmo yang lolos tes SIM secara murni, tanpa calo.

Hasilnya, sebanyak 61 persen peserta survei atau 332 suara mengaku jika menggunakan calo untuk mendapat SIM. Sementara itu, sebanyak 209 suara atau 39 persen warganet mengaku lolos tes sim tanpa membayar calo.

Baca Juga :   Difabel Berharap Dipermudah Saat Urus SIM

Pertanyaan kedua yang diajukan WartaBromo adalah berapa kali warganet melakukan ujian, sampai akhirnya lolos tes SIM. Jawaban yang diberikan oleh warganet beragam. Berikut rangkumannya:

Jumlah tes

Jumlah warganet

1 kali

9 orang

2 kali

12 orang

3 kali

5 orang

4 kali

3 orang

5 kali

2 orang

6 kali

2 orang

8 kali

1 orang

9 kali

1 orang

Beberapa warganet mengungkap, mereka terpaksa menggunakan calo karena beberapa kali tidak lolos tes SIM.

“4 kali masih belum lulus, minggu depannya tes lagi tapi milih cari calo aja, kesuwen,” tulis salah satu bolowarmo, sebutan untuk pembaca WartaBromo.

Pertanyaan ketiga, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membayar calon untuk bisa mendapatkan SIM? Jawaban ini beragam. Namun, range harga calo sekitar tahun 2011- 2018, yakni Rp250-450 ribu untuk SIM C. Sementara untuk SIM A, mulai Rp500 ribu.

Baca Juga :   Agus 'Serbu' Satpas Polres Pasuruan

Sementara pada tahun 2019 sampai saat ini, bolowarmo mengungkap, membayar calo untuk SIM C di kisaran Rp500 – 900 ribu. Sementara untuk SIM A, mulai tahun 2018 ke atas, tarifnya mulai Rp 700 ribu – Rp 1 jutaan.

Sebagai catatan, tidak seluruh peserta polling pada pertanyaan pertama, menjawab pertanyaan kedua dan ketiga. Sehingga, jumlah sampel pun tidak sama. (may/asd)