Jurnalis di Pasuruan Diduga Keracunan Usai Terima Paket Berlabel Media Ini, Berikut Penjelasannya

2010
Petugas Polres Pasuruan melakukan identifikasi dan olah TKP terhadap paket bingkisan yang diterima oleh Sukron Adim, Jurnalis Pasuruan yang diduga alami keracunan, Senin (29/8/2022)

Bangil (WartaBromo.com) – Seorang wartawan di Kabupaten Pasuruan diduga mengalami keracunan dan dilarikan ke rumah sakit. Ia diduga keracunan usai mengonsumsi teh botol kemasan dari paket abal – abal berlabel media yang diterimanya.

Wartawan tersebut diketahui bernama Sukron Adim (31) warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Ia adalah wartawan media cetak Berita Metro.

Mertua Adim, Heru Purnomo (64) saat dikonfirmasi membeberkan, pada Minggu (28/08/2022) pagi, menantunya menerima paket yang dibungkus kardus dan bertuliskan dua nama perusahaan media lokal di Pasuruan, yakni Media ini, WartaBromo (WarMo) dan Koran Radar Bromo.

“Paket itu dikirim kurir, diterima istri Adim. Lalu sama istrinya ditanyai dari siapa, si kurir bilang dari kantor,” kata Heru yang melaporkan kejadian ini ke Mapolres Pasuruan.

Baca Juga :   Tempo-Wartabromo Jalin Kolaborasi Investigasi

Adim tidak berprasangka apa-apa. Ia langsung membuka paket tersebut. Meski Setelahnya, ia memastikan kembali jika barang tersebut dikirim oleh kantor media yang tertera.

Alhasil, saat dihubungi, pihak WarMo pun menegaskan jika bingkisan tersebut tidak berasal dari kantornya. Pasalnya, tidak ada pengiriman bingkisan seperti yang ditunjukkan olehnya. Bahkan label Meriahkan kemerdekaan yang terpajang di kardus paket merupakan tema saat HUT RI ke 75 tahun lalu.

Pasca penerimaan paket tersebut, Adim pun sempat jalan – jalan keluar rumah bersama keluarganya pada Minggu (28/8/2022) siang. Hingga kemudian, pada sekitar pukul 16.30 WIB, adim yang sudah sampai di rumah meminum salah satu minuman yang ada di dalam paket kardus tersebut.

Baca Juga :   Innalillahi... Pewarta Abdus "Oekoeng" Syukur Berpulang ke Rahmatullah

Tak disangka, selang beberapa jam kemudian Adim langsung merasakan demam dan kejang-kejang sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dewi Masyitoh, Bangil.

Sesampainya di rumah sakit, kondisi Adim kian parah. Bahkan tak kunjung sadar hingga berita ini ditulis.

Keluarga Adim sendiri telah mengadukan kejadian ini ke Mapolres Pasuruan. Polisi bahkan sudah menurunkan tim untuk memeriksa paket dan melakukan olah TKP di rumah Adim.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Namun dugaan awal akibat keracunan.

“Dugaan keracunan tapi belum diuji lab sama dokter, ” Kata Adhi.

Sementara itu menanggapi kejadian ini, Direktur Konten dan pemberitaan WartaBromo, Mochamad Asad mengungkapkan, PT Warmo Media Waskito yang menaungi WartaBromo tidak pernah membuat program pemberian bingkisan atau paket dalam bentuk apapun.

Baca Juga :   Innalillahi... Pewarta Abdus "Oekoeng" Syukur Berpulang ke Rahmatullah

Asad menduga jika paket tersebut dikirim oleh orang tak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu.

“Kami mendukung sepenuhnya langkah kepolisian untuk menyelidiki kasus yang mencatut dan merugikan WartaBromo. Termasuk mencari tahu siapa pengirim dan motif melakukan itu,” ujar Asad.

Senada dengan Asad, Kepala Biro Radar Bromo Pasuruan, Nur Laily Arifiyah menegaskan jika Radar Bromo juga tidak pernah mengeluarkan paket atau bingkisan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Soal insiden yang menimpa Adim, pihaknya menyerahkan sepenuhnya dan mendukung langkah aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dan menuntaskan perkara ini agar kejadian sebenarnya bisa terungkap. (tof/yog)