Pondasi Payung Madinah Dituding Asal – asalan, Dewan Ikut Turun Lapangan

2456

Pasuruan (WartaBromo.com) – Proyek di kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan disidak sejumlah anggota DPRD Kota Pasuruan, Selasa (30/8/2022) siang. Para anggota dewan ini ingin memastikan pengerjaan proyek berjalan sebagaimana mestinya.

Pantauan wartabromo.com, sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan Komisi III DPRD Kota Pasuruan tiba di Alun-Alun Kota Pasuuran dan langsung mengecek pekerjaan fisik.

Para anggota Dewan ini ingin melihat sejumlah titik yang sudah dibangun. Salah satunya adalah pondasi strauss pile yang nantinya dipakai untuk memasang payung hidrolik.

Keberadaan pondasi strauss ini sempat jadi sorotan. Pelaksana dituding memasang pondasi strauss di luar ketentuan teknis, sebab di lapangan terlihat pondasi strauss dipaksa tetap dipasang meskipun digenangi air tanah.

Baca Juga :   Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Masih 13,3 Persen

“Ini proyek strategis, pembangunan wisata terintegrasi. Anggarannya juga tidak main-main,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Farid Misbah yang turut serta dalam Sidak tersebut.

Menurut Farid, ada empat OPD dengan lima pekerjaan di kawasan alun-alun. Farid berharap semua OPD yang memiliki pekerjaan di kawasan alun-alun bisa berkoordinasi dengan baik.

Berdasarkan hasil sidak di lapangan, politisi Hanura itu menyebut, progress pekerjaan proyek di alun-alun sebagian ada yang surplus, sebagian ada yang minus.

Salah satu proyek yang minus adalah pembangunan payung hidrolik. Namun ini bukan tanpa sebab. Farid mengatakan, nilai mayor pekerjaan ini adalah pemasangan payung hidrolik. Payung itu sendiri saat ini masih tahap fabrikasi.

Baca Juga :   Kominfo Bagi-bagi Resep Olah Informasi Menarik ke KIM se-Kota Pasuruan

Soal pondasi strauss yang jadi sorotan, dewan meminta pelaksana memberikan dokumen foto dan video.

“Nanti saat pengecoran plating, ini yang fundamental, kita ikut dihadirkan untuk menyaksikan supaya betul-betul dilaksanakan kesesuaiannya,” imbuh Farid. (tof/yog)