Belasan Korban Jembatan Gantung Ambruk Dirujuk ke Rumah Sakit

501
Belasan Korban Jembatan Ambruk di Probolinggo Dirujuk ke Rumah Sakit

Pajarakan (WartaBromo.com) – Jembatan gantung di Pajarakan ambruk saat dilintasi oleh peserta jalan sehat dari SMPN 1 Pajarakan. Belasan korban jembatan gantung yang ambruk di Kabupaten Probolinggo dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Data yang diterima wartabromo, ada 36 korban yang dilarikan ke Puskesmas Pajarakan pasca ambruknya jembatan gantung. Dari jumlah itu, sebanyak 14 korban dirujuk ke RSUD Waluyo Jati untuk penanganan lebih lanjut. Terdiri dari 12 siswa dan 1 guru.

“Yang di Puskesmas sudah pulang. Untuk jumlah pastinya kita kurang tahu, karena tidak semuanya yang jatuh dibawa ke fasilitas kesehatan,” kata Kapolsek Kraksaan, Kompol Sujianto.

Dari penyelidikan awal, jalan sehat dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas ) diikuti oleh siswa kelas 8 dan 9 SMPN 1 Pajarakan. Mereka didampingi oleh sejumlah guru. Sebanyak 600 orang sudah berhasil melintas, sebelum ambruk.

Baca Juga :   Harga Bawang Putih di Probolinggo Melonjak Hingga 100 %

“Enam ratus sudah lewat, di tengah-tengah itu masih ada yang lainnya. Mungkin jembatan sudah tidak mampu, terus roboh,” terang mantan Kasat Sabhara Polres Probolinggo itu.

Kepolisian, kata Sujianto, mengamankan lokasi dengan memberi garis polisi (police line). Gunanya untuk memudahkan penyelidikan atas ambruknya jembatan penghubung Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan dengan Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan itu. Sementara, warga harus memutar sekitar 1,5 kilometer untuk menuju 2 desa tersebut.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, jembatan gantung penghubung 2 kecamatan di Kabupaten Probolinggo ambruk pada Jumat (9/9/2022). Saat peserta jalan sehat SMP Negeri 1 Pajarakan melintas, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) melintas. (cho/saw/may)