DPUPR Sebut Jembatan Ambruk Karena Hal Ini…

239
DPUPR Sebut Jembatan Ambruk Karena Hal Ini...

Pajarakan (WartaBromo.com) – Ambruknya jembatan gantung penghubung Kecamatan Pajarakan dengan Kecamatan Kraksaan diselidiki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo. Hasilnya, jembatan itu dipastikan kelebihan beban (overload) saat dilintasi peserta jalan sehat.

“Ketika berada di atas jembatan, siswa tersebut berkumpul serta menggoyang-goyangkan jembatan. Karena overload, akhirnya angker atau cantolan pemberat jembatan yang ada di ujung itu patah,” kata Kepala DPUPR setempat, Hengki Cahjo Saputra, Jumat (9/9/2022).

Jembatan gantung itu, kata Hengki, memang tidak didesain untuk beban tinggi. Sementara saat kejadian, ratusan orang melintas di jembatan yang berlokasi di Dusun Kapasan Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan dengan Dusun Klompangan Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan itu.

Baca Juga :   Ratusan Warga Bantaran Luruk Mapolsek, Tuding Polisi Salah Tangkap

Menurut Hengki, saat kejadian ada sekitar 36 anak berada di atas jembatan pada waktu bersamaan. Dengan asumsi 1 anak beratnya 50 kg, sudah ada beban 1,8 ton. Jika beban 1,8 ton itu di tengah-tengah jaraknya dengan bentang 20 meter, 10 meter dibagi kanan kiri, hampir kurang lebih 3,6 ton dalam waktu bersamaan. Ditambah dengan goyangan, bebannya bisa sampai 7 – 10 ton.

“Makanya jembatan tidak mampu dan ambruk karena overload. Memang kalau jembatan gantung biasanya yang lewat berjalan statis, kalau diam tentunya akan menambah beban pada jembatan,” jelasnya.

Akibat ambruknya jembatan gantung tersebut, pondasi di sisi barat dan timur rusak parah. Di sisi timur sungai pondasi dan balok poer serta pilon jatuh ke sungai. Sementara sisi barat sungai, besi angker putus.

Baca Juga :   Listrik Disabotase Oknum Tentara, Warga Luruk Balai Desa hingga Pria Lekok Tepergok Bersama Banci Tanpa Kenakan Celana | Koran Online 22 Juni

Penanganan sisi timur, perlu dilakukan pembangunan kembali balok angker, pondasi dan pilon jembatan. Untuk sisi barat pembangunan kembali balok angker. Untuk kabel selling dan lantai jembatan juga perlu diperbarui.

DPUPR bakal lakukan asesmen lapangan dalam merencanakan pembangunan ulang. Untuk pembenahan sementara, pihaknya kata Hengki, bakal berkoordinasi dengan BPBD. Sebab bencana leading sektornya BPBD.

“Harapannya dalam waktu dekat itu sudah bisa dilakukan pembenahan untuk penggantian. Harapannya secepatnya nanti dari hasil rakor itu bisa menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) dalam waktu dekat untuk dilakukan perbaikan,” tandasnya. (cho/saw/may)