Ganti Nama Anak Bila Sering Sakit-sakitan, Mitos atau Fakta?

113

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dalam budaya Jawa mengganti nama anak sudah dilakukan para nenek moyang. Tujuannya pun beragam, salah satunya bila anak sering sakit-sakitan.

Bukan sekadar mengganti nama secara tiba-tiba, ada ritual khusus yang menyertai upaya tersebut. Serta, harus berdasarkan rekomendasi dari orang yang dianggap dituakan.

Dilansir dari berbagai sumber, penggantian nama ini dilakukan tepat pada hari kelahiran anak secara hitungan Jawa.

Kemudian pihak keluarga akan mengadakan selamatan untuk meminta perlindungan kepada Tuhan serta meminta sang anak diberi kesembuhan.

Percaya atau tidak, setelah nama diganti, penyakit yang diderita sang anak biasanya berangsur-angsur sembuh. Bahkan, sangat jarang atau tidak pernah kumat lagi.

Baca Juga :   Ternyata Kuntilanak Ada Beberapa Jenis, Mulai dari Agresif sampai Genit

Upaya ini memang dianggap mitos oleh sebagian orang. Namun tak sedikit yang menjadikannya tradisi turun temurun. Sebab orang Jawa menganggap nama mengandung sebuah kekuatan.

Artinya, apabila si anak tidak kuat membawa nama yang diberikan, maka ia akan mengalami kejadian-kejadian aneh termasuk mengalami sakit-sakitan.

Menilik hal tersebut, dinukil dari suara.com Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari, Transpersonal & Name Consultant dari Restructure menyebut tak salah melakukan apa yang dipercaya dari tradisi.

Hanya saja, Ia menyarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter. Sebab, di jaman sekarang teknologi kesehatan pun sudah makin canggih.

“Cari tahu dulu akar permasalahannya, kenapa bisa sakit? Kalau bisa disembuhkan dengan medis, silakan sembuhkan dengan medis,” ujarnya, Rabu (16/06/2021).

Baca Juga :   Ijab Qobul Salah Lebih dari 3 Kali Bisa Sebabkan Perceraian, Benarkah?

Hellen menambahkan, bila berbagai upaya medis sudah dilakukan namun si anak tak kunjung membaik, maka boleh dilakukan pergantian nama.

“Tapi ketika sudah melakukan tindakan medis dan gaya hidup sehat, sakitnya berulang muncul, bisa diperbaiki dengan nama dulu sebagai sumber energi yang utama yang sangat kuat dalam diri anak,” pungkasnya. (trj/may)