Museum Rasulullah di Probolinggo ke Mana?

190

Mayangan (WartaBromo.com) – Replika artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dalam museum di Jalan Suroyo sudah tidak ada. Kini tempat itu kembali seperti semula, sebagai museum budaya dan sejarah Kota Probolinggo.

Informasi yang dihimpun, barang-barang peninggalan nabi itu sudah diambil oleh pihak pengelolanya, Yudis. Dihubungi melalui sambungan selular, Yudis bilang, penutupan itu untuk meminimalisir kerugian. Pasalnya, sejak dihempas pandemi covid19 dua tahun lalu, pengelola merasa rugi.

“Ditutup, karena sepi pengunjung. Dampaknya, pendapatan dari tiket terus menurun, sehingga merugi. Agar kerugiannya tidak terus bertambah besar, museum yang sudah beroperasi sekitar 2 tahun itu, akhirnya ditutup. Dengan berat hati kami tutup. Kami tidak ingin merugi terus-terusan,” jelasnya, Selasa (20/09/2022).

Baca Juga :   Fakta Kemerdekaan : Soekarno-Hatta Sempat Menolak Segera Proklamasi

Soal artefak yang sebelumnya ada di museum tersebut, Yudis mengaku sudah dibawa ke Jakarta. Namun tidak menyebut secara pasti posisinya di mana. Lebih lanjut, puluhan artefak peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabat tersebut akan diserahkan ke pemiliknya, Profesor Abdul Manan Embong dari GW (Galeri Warisan) MAR, Malaysia.

Sejumlah pekerja nampak melepas tulisan besar di depan bangunan museum. Kini tidak ada lagi tulisan Museum Rasulullah. Kembali pada tulisan awal, yakni Museum Probolinggo.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Pemkot Probolinggo. Upaya WartaBromo untuk konfirmasi ke Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Wawan Seogiantono dan Sekda Ninik Ira Wibawati, tak ada respon.

Penutupan itupun menyisakan tanda tanya besar. Sebab keadaan di lapangan, sebelum tutup, museum kerap terlihat ramai. Terutama dari rombongan luar kota. Museum mulai nampak sepi, beberapa bulan setelah lebaran tahun ini.

Baca Juga :   Ada Susunan Bata Seperti Situs Peninggalan Kerajaan Kuno di Gondangwetan Pasuruan

Selain itu, seharusnya kontrak yang dijalin antara pihak pengelola dengan Kota Probolinggo berakhir akhir tahun ini atau per Desember tiap tahunnya. Launcing museum ini dilakukan bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2020. (lai/saw)