Mitos Rebo Wekasan yang Dipercaya Turun Temurun

386

Pasuruan (WartaBrono.com) – Masyarakat Jawa tak pernah lepas dari beberapa momentum yang dianggap sakral, salah satunya Rabu Wekasan.
Pada Rabu Wekasan (Rebo Wekasan) ini pun banyak mitos yang beredar.

Untuk diketahui, Rebo Wekasan sendiri merupakan sebuah tradisi ritual yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Dalam masyarakat jahiliyah kuno menganggap bulan Safar adalah bulan kesialan.

Tak heran bila sampai saat ini datangnya Rebo Wekasan identik dengan mitos dan beberapa larangan yang tak boleh diterka. Sebab, bila diterka masyarakat percaya kesialan atau bala’ akan menimpa.

Nah, apa saja mitos-mitos di Rebo Wekasan yang dipercaya turun temurun?

1. Dilarang Berhubungan Intim

Saat malam Rebo Wekasan, pasangan suami istri dilarang berhubungan intim. Konon, bila hal ini tetap dilakukan akan memicu hal-hal buruk apabila si istri nantinya hamil.

Hal buruk tersebut seperti lahir prematur hingga bayi yang dilahirkan bisa cacat. Entah terbukti atau tidak, semua tergantung kepercayaan masing-masing, ya!.

2. Tak Boleh Menikah

Salah satu mitos tentang Rebo Wekasan adalah tidak boleh menikah. Konon, pasangan yang menikah pada hari Rebo Wekasan akan mendapat kesialan.

Bahkan, orang yang nekat menggelar pesta pernikahan pada hari ini rumah tangganya akan dipenuhi malapetaka. Misalnya, sering cek-cok hingga berujung pada perceraian.

3. Tak Boleh Keluar Rumah

Mitos Rebo Wekasan yang terakhir adalah dilarang bepergian ke luar rumah. Konon, seseorang yang keluar rumah pada saat Rebo Wekasan akan mendapat musibah dan kesialan.

Bagi orang percaya akan hal ini, maka akan memilih berdiam diri di rumah dan memperbanyak ibadah. Serta, memohon perlindungan pada Allah Swt. (trj)