Meluas, Belasan Desa di Kabupaten Pasuruan Terancam Krisis Air Bersih

427
Warga mengantre air bersih di Pasrepan, Kamis (29/9/2022). Foto: Romadoni.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Pasuruan mulai mengalami krisis air bersih. Belasan desa lainnya diperkirakan juga akan mengalami kekeringan.

Ridwan Harris, kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, krisis air bersih ini disebabkan mengeringnya sejumlah aliran sungai saat musim kemarau. Kebetulan, menurut Haris, akhir September ini merupakan puncak kemarau.

Haris menyebutkan, sedikit ada 17 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Potensi kekeringan saat ini ada di 17 desa di 6 Kecamatan,” kata Harris saat dihubungi WartaBromo.com, Kamis (29/9/2022).

Desa potensi kekeringan tersebut antara lain yakni Desa Cukurguling, Karangjati, Bulukandang dan Watulumbung, Kecamatan Lumbang; Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo, Kecamatan Winongan.

Baca Juga :   23 Desa Kekeringan, BPBD Pasuruan Kirim Air Bersih Pakai Dana Talangan

Kemudian, Desa Sibon, Petung, Ngantungan dan Mangguan, Kecamatan Pasrepan. Ada juga Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol. Lalu, Kecamatan Lekok yang meliputi Desa Semedusari, Wates, Pasinan dan Desa Balonganyar. Sedangkan yang terakhir yakni Kecamatan Kejayan daerah kekeringan berada di Desa Kedungpengaron.

Harris juga menyebut jika dari 17 desa, tersebut baru 3 desa yang melaporkan adanya kekeringan. Yakni Kecamatan Pasrepan yang berada di Desa Mangguan, Sibon dan Klakah.

“Setelah menerima permohonan penyaluran air bersih oleh pemerintah desa yang diketahui oleh camat, langsung ditindaklanjuti dengan bantuan distribusi air bersih ke Desa Mangguan, Sibon dan Klakah. Masing-masing 5000 liter,” tandas Haris.

Semenetara itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar menggunakan air bersih dengan bijak. Apabila sangat memerlukan bantuan, warga diminta bisa langsung menghubungi pemerintah desa maupun kecamatan untuk diteruskan kepada BPBD Kabupaten Pasuruan. (don/asd)