MUI Siapkan Santri ‘Sanggub’ Menuju Pesantren Tangguh Bencana

173
Bupati Pasuruan yang juga Ketua Komisi Penanggulangan Bencana MUI Jawa Timur saat menyampaikan sambutannya di STEC Sampoerna, Sabtu (1/10/2022)

Sukorejo (WartaBromo.com) – Jawa Timur menjadi salah satu Propinsi dengan tingkat kerentanan kebencanaan cukup tinggi. Karenanya, kesadaran masyarakat melalui sikap tangguh menghadapi bencana sangat diharapkan muncul di tengah masyarakat termasuk di kalangan Pesantren.

Salah satu upaya ini diwujudkan oleh Komisi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.

KPB – MUI menginisiasi munculnya pesantren tangguh bencana sebagai perwujudan dari kesiapsiagaan pesantren menghadapi kebencanaan yang bisa kapan pun terjadi mulai Banjir, Tanah Longsor, Gempa bumi, kebakaran hutan dan lainnya.

“Urusan kebencanaan memang urusan kita semua. Namun Kami berharap kalangan santri di Pesantren juga turut menjadi garda tangguh bencana, ” ujar Ketua Komisi Penanggulangan Bencana, Irsyad Yusuf saat menyampaikan sambutannya dalam pelatihan Pesantren Tangguh Bencana yang digelar di SETC Sampoerna Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/10/2022) siang.

Baca Juga :   Peringati Hardiknas, Bupati Pasuruan Pimpin Deklarasi Pendidikan Anti Korupsi

Irsyad Yusuf yang juga Bupati Pasuruan mengatakan peningkatan kapasitas santri menuju Pesantren Tangguh Bencana atau disingkat Sanggub pertama kalinya digelar di Kabupaten Pasuruan. Harapannya ke depan, juga digelar di Kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Timur.

“Jawa Timur ini sangat rentan terhadap bencana. Bahkan, hampir tiap daerah seringkali mengalami. Sinergitas antara semua kalangan sangat diharapkan. Santri – Santri Ponpes ini perlu mendapatkan pembekalan, materi tentang kebencanaan karena hari ini kondisi alam (iklim, red) juga tidak menentu, ” lanjutnya .

Sementara itu, salah satu Ketua MUI Jawa Timur, KH. M. Sujak yang hadir sekaligus membuka kegiatan menegaskan jika Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur memiliki 20 fokus program yang dilaksanakan oleh 20 Komisi MUI. Program – program keumatan tersebut diharap mampu menyentuh kebutuhan umat termasuk persoalan kesiapsiagaan kebencanaan.

Baca Juga :   Percepat Pembangunan, Bupati Kumpulkan SKPD di Hari Libur

“Ada 3 kluster dari puluhan program salah satunya terkait kesiapsiagaan kebencanaan. Pesantren menjadi target karena kita berharap Pesantren lebih tangguh dari sebelumnya, ” ujarnya.

Kegiatan pelatihan Pesantren Tangguh Bencana KPB MUI ini didukung oleh LPBI NU, BPBD, FPRB Jatim dan diikuti oleh sebanyak 50 Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten Pasuruan. (yog/yog)