Inilah 3 Karomah Kiai Hamid Pasuruan Sebagai Bukti Kewaliannya

668

Pasuruan (WartaBromo.com) – Wafatnya Kiai Abdul Hamid bin Umar diperingati setiap tahunnya. Sosoknya dikenal sebagai “Waliyullah” yang memiliki karomah.

Kali ini, haul sosok yang akrab disapa Mbah Hamid ini bakal berlangsung besok, Rabu (05/10/2022). Ribuan orang pun selalu berdatangan demi ngalab berkah almarhum Mbah Hamid.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa karomah Mbah Hamid Pasuruan yang dipercaya masyarakat:

1. Wujudnya Bisa Menyerupai di Tempat Lain

Karomah pertama Mbah Hamid yang dipercaya masyarakat adalah bisa berada di tempat lain dengan wujud serupa. Menurut cerita, kejadian ini pernah didapati oleh Habib Baqir Mauladdawilah.

Pada suatu kesempatan datanglah Habib Baqir menemui Kiai Abdul Hamid Pasuruan. Ketika itu di tempat KH Abdul Hamid banyak sekali orang yang datang untuk meminta doa atau keperluannya yang lain.

Baca Juga :   Jemaah Haul Kiai Hamid Dari Madura Berdatangan

Namun ternyata, setelah dicari tahu dengan ilmu kebatinan, Habib Baqir terkejut. Pasalnya, Mbah Hamid saat itu tengah berada di Tanah Suci Makkah.

2. Bisa Membaca Keinginan Seseorang

Said Ahmad, salah satu santi Mbah Hamid saat itu mulanya ingin menguji kewalian sang Kiai. Ia ingin tahu apakah benar sang Kiai bisa mengetahui apa yang diinginkan orang lain.

Kala itu, usai salat Isya’ berjamaah Said Ahmad menunggu jamaah pulang semua. Ia memantau sekitaran rumah Kiai Hamid. Tak lama, Lampu teras rumah Kiai Hamid pun sudah dipadamkan.

Mengetahui hal itu, Said Ahmad berpikir sang Kiai ternyata tidak mengetahui keinginannya untuk ditawari makan oleh Kiai. Setelah itu, Said Ahmad bergegas meninggalkan masjid.

Baca Juga :   Fakta dan Teladan Kiai Abdul Hamid Pasuruan

Namun tiba-tiba, dari rumah Kiai Hamid ada yang melambaikan tangan kepadanya. Dengan langkah ragu, Said Ahmad mendekatinya. Ternyata tuan rumah sendiri yang memanggilnya.

“Makan di sini ya,” kata Kiai Hamid sambil senyum. Dia pun diajak masuk ke ruang tengah. Di sana hidangan sudah tersaji.

“Maaf, lauknya seadanya,” kata Kiai santai. “Sampeyan tidak bilang-bilang, sih.” Said tersindir. Dan sejak itu dia percaya, Kiai Hamid adalah wali.

3. Tiap Tahun Pergi ke Bagdad Tanpa Diketahui Orang

Selain dua di atas, ada karomah lain yang tak kalah familiar didengar masyarakat luas. Yakni, konon tiap tahun Mbah Hamid pergi ke Bagdad tanpa diketahui orang-orang disekitarnya.

Baca Juga :   Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Terbanyak di Dunia

Kisah ini bermula dari kejadian yang dialami langsung oleh Kiai Masyhudi, Sanan Kulon, Blitar. Ia menceritakannya sekitar tahun 2007-an sebelum wafat.

Selain ketiga karomah di atas, tentu masih banyak karomah lain yang dimiliki Kiai Hamid Pasuruan. Saking mulianya, tak heran jika haul di setiap tahunnya dibanjiri peziarah dari berbagai penjuru. (trj)