Pasuruan Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

246
Rumah warga di Tosari, Kabupaten Pasuruan yang tertimbun longsor, Jumat (7/10/2022). Foto: Istimewa.

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menetapkan peningkatan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Peningkatan status ini sangat penting sebagai bagian antisipasi dan kesiapsiagaan akan bencana yang berpotensi terjadi di musim penghujan yang sudah mulai sejak oktober.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf pun telah mengintruksikan semua OPD terkait untuk bisa berkoordinasi dengan lintas sektor. Mulai dari TNI, POLRI, BUMN seperti PLN dan Telkom, hingga semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Tujuannya tak lain untuk menggugah kembali mekanisme dan upaya dalam mengantisipasi besar atau kecil kemungkinan terjadinya bencana banjir, angin puting beliung maupun tanah longsor dan ancaman petir.

Gus Irsyad, panggilan akrab Bupati Pasuruan ini beranggapan bahwa mengantisipasi bencana itu jauh lebih penting daripada menangani bencana itu sendiri. Karena tujuannya adalah mengurangi resiko bencana sekaligus korban akibat bencana.

Baca Juga :   Kabar Baik! 5.000 Rumah di Kabupaten Pasuruan Bakal Teraliri PDAM

“Seperti halnya mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu untuk urusan kebencanaan ini, mengantisipasi lebih penting ketimbang menangani. Maka dari itu mulai hari ini status peningkatan kewaspadaan bencana saya naikkan,” kata Gus Irsyad di sela-sela kesibukannya, Selasa (18/10/2022) lalu.

Gus Irsyad menjelaskan, ada sejumlah hal yang menjadi dasar penetapan peningkatan status siaga darurat bencana ini. Yakni surat edaran yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait adanya potensi bencana hidrometeorologi.

Lanjut dia, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan data tentang potensi curah hujan di wilayah Kabupaten Pasuruan, serta adanya kejadian bencana alam pada Oktober 2022.

Baca Juga :   Dinsos Kabupaten Pasuruan Coret 2.467 Keluarga Penerima PKH

“Menurut pemetaan, memang untuk curah hujan pada Oktober itu normal dan di atas normal dan akan mencapai puncaknya pada bulan januari 2023. Di situ pasti terjadi hujan dengan potensi intensitas tinggi, kadang panas kadang juga hujan disertai petir,” tegasnya.

Dalam hal kebencanaan, Pemkab Pasuruan telah menyiapkan segala peralatan. Mulai dari perahu karet, perahu fiber, tenda, terpal dan sarana prasarana penunjang lainnya. Termasuk bantuan logistik yang sangat dibutuhkan masyarakat ketika menghadapi bencana.

“Kita punya 5 perahu karet. Dan tahun ini akan kita tambah lagi dua perahu untuk melengkapi kebutuhan para petugas dalam membantu warga terdampak seandainya terjadi bencana banjir,” ucapnya.

Dengan dinaikkannya status kewaspadaan bencana, Bupati mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air dari sampah, memangkas ranting atau dahan pohon yang tinggi, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Baca Juga :   Dianggarkan Rp 568 M, Normalisasi Kali Wrati Dimulai

“Mari kita berdoa agar Kabupaten Pasuruan dijauhkan dari segala bentuk bencana. Jaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, mari kita gotong royong membersihkan saluran air agar tidak tersumbat,” harapnya. (mil/yog)