Makna di Balik Setiap Bunga Tujuh Rupa yang Dianggap Sakral Masyarakat Jawa

184

Pasuruan (WartaBromo.com) – Masyarakat Jawa selalu identik dengan tradisi mistis dan unik. Salah satunya tradisi menggunakan kembang tujuh rupa untuk berbagai ritual.

Ketujuh bunga tersebut pun memiliki jenis khusus dan tak boleh diganti dengan bunga lain. Pasalnya, menurut kepercayaan masyarakat, setiap bunga memiliki makna sendiri.

Penasaran apa saja makna di setiap bunga tujuh rupa? Berikut dilansir dari berbagai sumber:

1. Bunga Kantil

Makna dari bunga Kantil memiliki makna adanya tali rasa, atau tansah kumanthil-kanthil. Ada pula yang menganggap bermakna pula kasih sayang yang mendalam tiada terputus.

2. Bunga Melati

Bunga Melati dimaknai sebagai ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin haruslah selalu sama, kompak, tidak munafik.

Baca Juga :   Apakah Pesugihan Tuyul Benar-Benar Ada? Ini 5 Faktanya!

3. Bunga Kenanga

Dalam adat Jawa, Kenanga memiliki arti kenang-en ing angga. Adapun filosofinya adalah agar setiap anak yang turun selalu mengenang, semua “pusaka” atau warisan leluhur.

4. Bunga Mawar Merah

Bunga ini melambangkan “dumadine jalma menungsa” yang berarti proses lahirnya manusia ke dalam dunia fana. Selain itu, mawar merah juga melambangkan ibu.

5. Mawar Putih

Mawar putih adalah perlambang dari Bapa yang meretas roh manusia menjadi ada. Dalam lingkup makrokosmos, Bapa disini adalah Bapa langit, sedangkan Ibunya adalah Ibu Bumi.

6. Bunga Telon

Makna dari bunga Telon adalah penuh pengaharapan. Harapannya adalah agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna), “Sugih banda”, “sugih ngelmu”, dan “sugih kuasa”.

Baca Juga :   4 Tanda yang Dipercaya Jadi Indikasi Kehadiran Makhluk Halus

7. Bunga Mawar

Bunga mawar ini melambangkan kehendak ataupun niat. Dalam menghayati nilai-nilai luhur, hendaknya dengan niat yang tulus. (trj)