Berpolemik, Bola Kongres PSSI Kabupaten Pasuruan Dikembalikan ke Tangan Asprov

313
Bupati Irsyad Yusuf selaku Exco PSSI Kabupaten Pasuruan (berkopyah) berfoto bersama dengan pengurus Askab lainnya dengan berangkulan menunjukkan kekompakan.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Upaya mendinginkan suasana dalam polemik jelang konggres PSSI Kabupaten Pasuruan mulai dilakukan. Pihak Askab PSSI Kabupaten Pasuruan sudah melaporkan hasil rapat pengurus Askab itu ke Bupati Pasuruan selaku exco.

Laporan ke Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dilakukan Askab pada Selasa (1/11/2022). Pertemuan digelar di ruang dalam Pendopo Kabupaten Pasuruan.

Namun, usai pertemuan tersebut, tak ada satupun pihak Askab yang berani bicara. Pihaknya meminta media untuk langsung konfirmasi kepada Bupati Pasuruan sendiri.

“Hasilnya tadi langsung akan disampaikan Pak Bupati sendiri. Kami ndak berani menjawab,” ujar Iswahyudi,

Ketua Askab PSSI Kabupaten Pasuruan.
Begitu juga dengan Achmad Kiswoyo atau Dafiq Prima. Saat dihubungi Warta Bromo pun mereka bungkam. “Ya, Mas. Kesepakatannya emang pak bupati sendiri yang ingin menjawab,” cetus mereka kompak.

Baca Juga :   Jelang Kongres, 36 Club Dukung Udik Djanuantoro Jadi Ketua Askab PSSI

Bupati Irsyad Yusuf baru bisa ditemui, Jumat siang (4/11/2022). Usai orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini pulang dari Jakarta. “Ya, perlu kami sampaikan, tidak ada kisruh atau perpecahan yang terjadi seperti selama ini. Yang ada hanyalah perbedaan pendapat,” ujar Bupati.

Pernyataan Bupati ini disampaikan tidak hanya sekali. Namun, sampai tiga kali diulangi. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Dan itu menjadi bentuk perhatian yang besar dari insan bola agar ke depan sepak bola di Kabupaten Pasuruan semakin maju.

Hanya saja, selaku Exco ia pun meminta pada Askab PSSI Kabupaten Pasuruan agar melakukan evaluasi total dan perbaikan ke depan. Termasuk juga mengumpulkan klub-klub dalam beberapa hari ke depan. Hasil dari pertemuan tersebut, pihak Askab kemudian diminta untuk konsultasi (secara tertulis) kepada Asprov PSSI Jawa Timur.

Baca Juga :   Kasus Hibah PSSI, Hakim Vonis Terdakwa 6 Tahun

“Tadi disepakati untuk evaluasi semua. Termasuk tahapan dan pembentukan komite pemilihan. Kita juga sepakat perbedaan pendapat itu kita akhiri. Mungkin dinamika itu merupakan cara kita untuk jadi pinter disitu,” tegasnya sambil tersenyum.

Secara lisan, Bupati selaku exco juga sudah menyampaikan permasalahan Askab PSSI Kabupaten Pasuruan ini kepada Asprov. Namun, ini belum cukup sebelum Askab PSSI melakukan pertemuan dengan klub-klub anggota dan menyampaikan hasilnya kepada Asprov secara langsung.

“Nanti Asprov mengambil kebijakan seperti apa, terserah Asprov,” tuturnya.

Termasuk soal kapan jadwal pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Exco? Menurut Bupati semua tergantung Asprov. “Kalau perintah tahun ini konggres ya jalan,” cetusnya.

Hanya saja, ia juga Kembali mengingatkan bahwa perpedaan pendapat ini sudah harus diakhiri.

Baca Juga :   Formulir Pencalonan Askab PSSI Kabupaten Pasuruan Dinilai Cacat Hukum

“Sepakat lakukan evaluasi. Penting jaga kekompakan. Gitu saja kok repot,” tegasnya.

Bupati juga berharap bahwa Liga 3 ada kepastian pasca terjadinya kasus Kanjuruhan, kemudian munculnya wacana Konggres Luar Biasa (KLB) PSSI, maka jadwal Liga apapun semakin tidak jelas. Termasuk jadwal Liga 3 yang diikuti Persekabpas.

“Kapan ini diputar. Sampai sekarang ndak ada kepastian. Tim kita sudah siap. Argonya yo jalan. Tapi liganya belum jelas kapan,” tanyanya. (day/day)