Didukung DBHCHT, Perempuan Kepala Keluarga di Kota Pasuruan Dilatih Pangkas Rambut

61

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya. Terutama fokus kepada ibu-ibu Pekka (perempuan kepala keluarga). Selain dilatih bordir dan tata boga, mereka juga dilatih keterampilan potong rambut.

DBHCHT Pemkot Pasuruan tetap berada dalam pengelolaan pihak Satpol PP. Namun untuk teknis pelatihan, termasuk keterampilan dalam kecantikan potong rambut difasilitasi oleh Disnaker Kota Pasuruan.

Sejak Oktober lalu, sebanyak 30 ibu dilatih dalam potong rambut. Mereka mendapat bimbingan langsung dari Lembaga Pelatihan dan Kursus keterampilan (LPK) Dewi Ayu Salon.

“Kami berikan pelatihan untuk masyarakat Kota Pasuruan, khususnya para ibu-ibu Pekka untuk dilatih skillnya dalam keahlian memotong rambut,” ujar Mahbub Efendi, Kepala Disnaker Kota Pasuuan saat membuka acara, Oktober lalu.

Baca Juga :   Satpol PP Kota Pasuruan : Dahulukan Persuasif dalam Penegakan Hukum Rokok Ilegal

Pelatihan ini, kata Mahbub agar para ibu bisa mandiri. Dan sebagai kepala keluarga mampu menghidupi keluarganya dengan cara memiliki penghasilan sendiri.

Mahbub menilai, LPK yang diasuh bu Dewi memiliki kapasitas yang mumpuni. Selain teori, para ibu Pekka juga dilatih praktek langsung.

Sementara itu, beberapa peserta pelatihan menyatakan terima kasih kepala Walikota dan seluruh jajaran atas kesempatan yang diberikan kepada Ibu-Ibu Pekka selama ini.

“Dengan keterampilan potong rambut ini, kami bisa punya peluag usaha sendiri. Karena usaha ini juga dibutuhkan oleh masyarakat secara berkesinambungan,” ujar salah satu peserta.

Untuk menjalankan semangat berlatih itu, para Ibu Pekka juga sempat memvideo sendiri ilustrasi pelatihannya. Di sela-sela pelatihan itu, mereka juga mengucapkan Yel-Yel bareng sebagai tanda semagat.

Baca Juga :   Ini Hukuman Bagi Penjual Rokok Ilegal

“Ibu-Ibu Pekka Perempuan Kreatif, mandiri dan inovatif, Yes!” ucap mereka berbarengan.

Apapun usaha yang mereka lakukan, bekal ilmu dan keterampilan sangat dibutuhkan. Termasuk dalam keterampilan potong rambut atau membuka salon. Ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan tentu punya manfaat dan nilai tersendiri.

“Senang sekali. Kami bisa mendapatkan ilmu yang cukup. Karena potong rambut tentu harus punya skill dan kemampuan. Jangan sampai mengecewakan pelanggan,” terangnya.

Dengan bekal ilmu itu, para ibu Pekka berharap bisa membuka usaha sendiri atau join bersama ibu lainnya. Bisa secara patungan.

“Visi kami menjalankan ilmu keterampila ini untuk membangun usaha dan meringankan beban keluarga secara mandiri. Ini tentu bermanfaat sekali buat kami. Karena kami bisa mendapatkan keterampilan dan skill dalam memotong rambut,” cetusnya. (day/*)