Dampak Gempa Probolinggo, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

132
Beberapa siswa membersihkan material ruang kelas yang ambrol akibat gempa Probolinggo, Rabu (23/11/2022).

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejumlah rumah dan sekolah di Kabupaten Probolinggo dilaporkan rusak pasca gempa bumi pada Rabu (23/11/2022). BPDB setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

BPDB mencatat Dampak Akibat Gempa ada tembok penahan tebing (TPT) pada rumah Bapak Er, 47, warga Dusun Alas kembang RT07/RW04 Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, alami longsor. Sementara 3 rumah warga, yakni milik Abdul Wasid, Ach. Dahlan dan Asmad, alami retakan.

“Rusak ringan, tidak sampai roboh. Untuk korban jiwa nihil. Jika ada ada update lagi, nanti kami sampaikan,” kata Kalaksa BPDB Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo, Kamis (24/11/2022).

Di Kecamatan Pakuniran, atap SMPN 4 Pakuniran ambruk. Kerusakan sekolah yang berada di Desa Blimbing itu, diketahui saat guru dan siswa hendak masuk untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga :   Kelas Tertimpa Pohon, Siswa SDN Kedung Rejoso II Mengungsi

“Tadi malam memang tidak kami cek ke ruang-ruang sekolah, baru tadi ini setelah ada petugas yang mengecek sekolah ternyata ada ruangan berantakan karena atapnya ambruk,” tutur Jufrihadi selaku kepala sekolah.

Ruangan yang ambruk itu, sejatinya merupakan ruang aula sekolah. Namun disekat menjadi 3 bagian. Diperuntukkan ruang kelas VII, ruang kelas IX dan digunakan sebagai perpustakaan.

“Nah kalau yang ambruk ini tepatnya berada di tengah-tengah sekatan antara kelas VII dan juga perpustakaan. Alhamdulillah, tadi pas siswa datang langsung gotong royong membersihkan sisa-sisa atap,” ungkap Jufri.

Diketahui gempa bumi dengan magnitudo 4,1 melanda Kabupaten Probolinggo pada Rabu (23/11) pukul 17.45 WIB. Berkedalaman 6 km, gempa dirasakan di 9 kecamatan. Yakni di Kecamatan Kotaanyar, Paiton, Pakuniran, Tiris, Kraksaan, Krucil, Gending, Besuk dan Krejengan. (cho/saw/asd)