Beredar Video Pemukulan Tiga Remaja yang Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur

8409
Beredar Video Pemukulan Tiga Remaja yang Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur

Probolinggo (WartaBromo.com) – Beredar video menampilkan 3 orang remaja laki-laki dipukuli oleh seorang lelaki berbadan gemuk yang diduga oknum polisi. Peristiwa ini diduga karena remaja tersebut merupakan pelaku pemerkosaan anak di bawah umur di Kabupaten Probolinggo.

Wartabromo.com pun mencari kebenaran video dan informasi pemerkosaan tersebut ke pihak kepolisian Polres Probolinggo. Namun, sayangnya hingga saat ini belum ada kepastian ataupun klarifikasi terkait beredarnya video berdurasi 30 detik itu.

Dalam video tersebut menampilkan, tiga remaja dalam keadaan duduk bersandar di tembok sedang dipukul dengan sabuk warna hitam. Kemudian oknum polisi itu mengambil kursi plastik berwarna hijau dan memukulkannya ke tiga remaja itu hingga kursi hancur.

“Informasinya sih 3 remaja di video ini adalah pelaku pemerkosaan anak di bawah umur di Desa Wangkal (Kecamatan Gading), dan saya juga dapat video ini dari grup WA,” kata salah satu narasumber berinisial AH, asal Kecamatan Gading kepada WartaBromo.com.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Probolinggo, IPDA Sugeng saat dikonfirmasi mengatakan jika dirinya akan mengklarifikasi kebenaran video tersebut. “Ijin saya mohon waktu, saya konfirmasi dulu dhulur,” tulis Sugeng saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp.

Tak puas dengan jawaban itu, WartaBromo.com lalu mencoba menghubungi Kanitreskrim Polsek Gading, AIPDA Antono. Menurut dia, jika video yang beredar bukan lah pelaku pemerkosaan anak di bawah umur di wilayah hukumnya.

Namun, Antono membenarkan jika memang ada kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh 7 orang di wilayah hukumnya. Saat ini, seluruh pelaku sudah diserahkan ke Unit PPA Polres Probolinggo.

“Kalau video itu hoaks, tapi kalau kasusnya itu (Pemerkosaan) memang benar yang dilakukan 7 orang dan korban itu berasal dari Kecamatan Kraksaan. Semua pelaku sudah dibawa ke Polres Probolinggo,” jawab mantan Kanitreskrim Polsek Paiton itu. (cho/may)