Lepas Pengawasan, Balita Tenggelam di Kubangan usai Sarapan

620
Warga menunjukkan kubangan tempat pembuangan limbah rumah tangga yang menewaskan korban. Foto: Heppy Lailatu Ansa.

Kademangan (WartaBromo.com) – Lepas dari pengawasan, seorang balita berusia 2,5 tahun tenggelam di kubangan. Kejadian maut itu terjadi persis setelah sang balita, M. Farhan itu, sarapan di rumah neneknya.

Anak kedua dari pasutri Holil dan Sauda itu diketahui tenggelam, dari alas kaki yang ada di sekitar lokasi. Alas kaki itu ditemukan Safrudin, yang tak lain adalah kakeknya.

Kamis (12/1/2023) pagi sebelum kejadian, Farhan sempat sarapan dengan neneknya, Sumiati. “Begitu selesai sarapan, dia pulang lagi sendirian,” kata Sumiati, Kamis (12/01/2023) siang.

Jalur yang dilalui Farhan, lewat jalan setapak di belakang rumah Sumiati. Di lokasi itu, ada kubangan pembuangan limbah rumah tangga dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Entah apa yang membuat bocah kecil ini masuk ke dalam kubangan itu, masih belum diketahui. Apakah terpeleset atau sengaja mau mengambil sesuatu di dalam kubangan itu. Farhan sudah ditemukan beberapa saat kemudian oleh suami Sumiati, atau kakeknya sendiri.

“Suami saya melihat ada kaki kecil dengan sandal mirip punya Farhan. Setelah ditarik ternyata benar itu dia,” ujar Sumiati, sesenggukan.

Kondisinya sudah mengapung d kubangan dengan air hitam dan penuh plastik itu. Saat mengapung itu, Safrudin langsung mengangkat cucunya itu. Tapi sayang, balita malang itu sudah meninggal dunia.

Mengetahui itu kerabatnya, bersama warga sempat dibawa ke Puskesmas Wonoasih. Dengan harapan masih bisa diselamatkan. Namun ternyata, tim medis menyatakan sudah tidak tertolong. Farhan dinyatakan meninggal dunia. Korban pun akhirnya dibawa kembali ke rumah duka, untuk dikebumikan ke TPU setempat.

Tetangga korban, Manira menyebut, kubangan yang merenggut nyawa korban itu sudah ada sejak lama. Kondisinya terbuka, tanpa penutup dan tanpa pagar.

Insiden maut yang menimpa Farhan, menjadi pelajaran bagi warga sekitar. Rencananya kubangan pembuangan itu akan diberi pagar dan penutup. Sehingga tidak jatuh korban lagi.

Kepergian Farhan pun menyisakan luka mendalam. Baik bagi keluarga maupun warga sekitar tempat tinggalnya. Balita itu dikenal aktif dan periang. Namun kini, sudah pergi untuk selama-lamanya. (lai/saw/asd)