Terduga Maling Motor Asal Nguling Tewas Usai Ditangkap Polisi

2102

Nguling (WartaBromo.com) – Terduga maling motor asal Dusun Rembang, Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan tewas usai diamankan polisi.

Sebelum dinyatakan meninggal akibat serangan jantung, keluarga menyebut jika pelaku sempat dianiaya polisi.

Peristiwa itu bermula saat tim unit reskrim Polsek Nguling menangkap Suki (44) di rumahnya pada Minggu (22/1/2023) tengah malam. Terduga pelaku pencurian motor itu diamankan tanpa perlawanan.

“Tengah malam, ada beberapa polisi yang datang. Disuruh diam ya diam, nggak ada perlawanan kemudian dibawa polisi itu,” kata Fatmawati, istri pelaku saat ditemui di rumahnya, Selasa (24/1/2023).

Namun, kabar mengejutkan kemudian datang saat pihak desa. Pihak desa menyampaikan bila Suki, yang diduga mencuri motor Honda Karisma milik warga Sebalong dinyatakan meninggal dunia saat berada di Puskesmas terdekat karena penyakit serangan jantung.

“Saya malah ditelepin bu kades, mengabarkan suami saya meninggal,” tuturnya.

Sontak saja, ibu dua anak tersebut kaget. Seketika itu juga ia ke puskesmas untuk melihat almarhum.

Menurutnya, ada beberapa kejanggalan saat Suki dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Nampak punggung dan beberapa anggota tubuh lainnya menghitam. Pihak keluarga menyebut jika Suki diduga telah dianiaya oleh beberapa anggota polisi.

“Mengalami luka di bagian punggung belakang terlihat gosong semua, alasan dari pihak kepolisiam itu korban mengalami sakit jantung dan sesak napas,” kata Miftahul Amin, keponakan Suki yang saat itu juga berada di rumah duka.

Sementara itu, Iptu Merdhania Pravita Shanti, Kasie Humas Polres Pasuruan Kota mengatakan, penangkapan pelaku curanmor oleh polsek Nguling sudah dilakukan sesuai Prosedur.

“Untuk hasil VER (Visum Et Repertum) sudah dikeluarkan oleh Dokter Puskesmas dan sudah dilakukan identifikasi dinyatakan meninggal dunia, didiagnosa akibat serangan Jantung dan pada tubuh Pasien tidak ditemukan tanda tanda kekerasan baik luka, lecet, memar dan lebam,” kata Vita melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, penanganan pertama oleh dokter sejak pelaku menjalani pemeriksaan di polsek sampai dengan dibawah ke puskesmas sudah dilakukan perawatan medis.

“Pada saat di puskesmas dilakukan pemeriksaan pada tubuh pelaku dan penanganan medis saat sebelum meninggal dunia sampai dengan dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya. (don/asd)