Pemkab Pasuruan Mulai Rutin Salurkan Air bersih Ke Desa Rawan Kekeringan

199

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemkab Pasuruan Sabtu (5/8/2023) siang, mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa di dua kecamatan terdampak kekeringan. Yakni, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang dan Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan.

Pengiriman air bersih itu, langsung dipantau oleh Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib Imron. Tak hanya itu, Pengasuh Ponpes Al Yasini Areng-Areng Wonorejo tersebut juga ikut mengisi air ke dalam drum-drum milik warga.

Menurutnya, penyaluran air bersih mulai intens dilakukan sejak 1 Agustus lalu. Tepatnya ketika banyak laporan dari desa-desa terdampak kekeringan yang menginginkan air bersih, sesegera mungkin.

“Sebenarnya sudah mulai 24 juli lalu sudah mulai dikirim. Tapi intens setiap hari sejak 1 Agustus lalu. Satu desa satu tangki air bersih bervolume 5000 liter yang diperuntukkan untuk warga terdampak kekeringan,” katanya.

Baca Juga :   PNS di Kabupaten Pasuruan Berkurang 475 Orang

Penyaluran air bersih dilakukan di 19 desa yang tersebar di 6 kecamatan. Yakni, Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, dan Kejayan.

Di Kecamatan Gempol ada Desa Wonosunyo dan Bulusari yang mengalami kekeringan. Sedangkan di Kecamatan Winongan, krisis air bersih rentan menerpa Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberejo. Untuk Kecamatan Lumbang, ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, dan Karangjati.

Sementara di Pasrepan, ada Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, dan Desa Petung. Kemudian di Kecamatan Lekok, melanda Pasinan, Balunganyar, Semedusari, dan Wates. Lalu, di Kecamatan Kejayan ada Desa Kedungpengaron.

Gus Mujib-sapaan akrab Wabup Pasuruan ini pun meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus memonitoring wilayah-wilayah mana saja yang sangat membutuhkan air bersih. Pertimbangannya adalah skala prioritas pada titik-titik mana yang urgent. Namun tetap memperhatikan wilayah lain yang juga membutuhkan kiriman air bersih.

Baca Juga :   Kenduren Mas Besok Sapa Warga Winongan

“Saya minta BPBD untuk pantau terus titik-titik mana saja yang sangat butuh air bersih. Termasuk potensi kekeringan di wilayah lain yang mungkin mulai membutuhkan air bersih, juga harus diperhatikan,” terangnya.

Kepada warga, ia meminta untuk tak berebut saat tangki air tiba. Hal itu dikarenakan pembagian air bersih yang pasti merata dengan syarat warga membawa drum-drum kosong.

Selain itu, Camat dan Kepala Desa/Lurah juga harus intens berkoordinasi akan kondisi wilayah yang dipimpinnya.

“Saya harapkan warga bisa antre. Jangan ada konflik atau tukaran. Pergunakan untuk minum, mandi, memasak dan beribadah. Jangan lupa berdoa agar kekeringan ini segera bisa berlalu. Juga kepala desa dan camat harus terus mengawal kebutuhan air bersih dan komunikasi dengan BPBD,” harapnya. (mil/syi)