Tretes dari Masa ke Masa, Jadi Tempat Peristirahatan Petinggi Kolonial

468

Prigen (WartaBromo.com) – Tretes merupakan nama sebuah kawasan di sisi barat daya Kabupaten Pasuruan, masuk Kecamatan Prigen, tepat di kaki Gunung Arjuno-Welirang.

Kondisi geografi yang merupakan dataran tinggi menjadikan Prigen dikenal sebagai daerah jujugan wisata di Jawa Timur. Terutama sebagai tempat peristirahatan karena keindahan alam dan udaranya yang sejuk.

Tretes di Zaman Kolonial Belanda

Tak hanya masa sekarang, Tretes dahulu juga telah dikenal sebagai tempat peristirahatan para petinggi zaman kolonial Belanda. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya bangunan villa peninggalan Belanda.

Bangunan villa itu berbentuk rumah kayu bergaya Eropa, yang kini jumlahnya mulai berkurang lantaran kurang terawat atau telah lapuk dimakan usia. Tak jarang, sejumlah villa bahkan sudah diruntuhkan.

Beberapa nama bangunan itu adalah Dong De (Gedung Gede), Dong Koco (Gedung Kaca), Dong Ijo, Dong Biru, Eskam (saat ini menjadi Hotel Surya).

Tretes Masa Kini dengan Berbagai Wahana Wisatanya

Berada pada ketinggian rata-rata 800 m di atas permukaan laut dengan suhu udaranya rata-rata mencapai 18-22 derajat Celcius, tempat ini acap kali diperuntukkan untuk camping.

Selain itu, sejumlah tempat wisata yang menjadi daya tarik di Tretes adalah Air terjun Kakek Bodo, air terjun Putuk Truno, air terjun Perhutani, Hotel Finna Golf, hingga Cimory Dairyland & Resto.

Terdapat juga sebuah situs peninggalan bersejarah yang terletak di desa Candiwates, yaitu Candi Jawi yang hingga kini masih terawat dan ramai dengan berbagai tradisi dan kunjungan wisatawan.

Akan tetapi Tretes tak hanya terkenal dengan tempat wisata atau daerah pegunungan yang asri. Tretes ternyata juga dikenal dengan aktifitas dunia malamnya.

Sebuah jurnal berjudul ‘Jaringan Prostitusi di Desa Tretes Kec. Prigen Kab. Pasuruan’ dari UIN Sunan Ampel Surabaya menyebutkan, aktifitas prostitusi ini ada mulai dari zaman Kolonial Belanda. (lio/asd)