Alami Pendangkalan, Nelayan Pasuruan Desak Pengerukan Pelabuhan

177

Pasuruan (WartaBromo.com) – Nelayan Kota Pasuruan mendesak pemerintah segera melakukan pengerukan di area pelabuhan setempat. Pasalnya, pendangkalan yang terjadi berlangsung parah.

Desakan itu disampaikan Gatot Hartowo, sesepuh nelayan setempat. Gara-gara pendangkalan itu, alur labuh kapal menjadi terganggu.

“Nelayan yang mau sandar atau bongkar muat harus nunggu saat air pasang, kalau tidak ya nggak bisa sandar,” katanya.

Situasi itu tentu sangat merugikan nelayan. Sebab, ikan yang diperoleh berpotensi rusak dan menurunkan kualitas. Jika sudah begitu, harga ikan pun menjadi turun.

Gatot mengaku telah menyampaikan usulan pengerukan itu kepada pihak terkait. Namun, sejauh ini belum ada realisasi. “Bagi kapal kecil mungkin tidak masalah. Tapi, kalau kapal besar ya nyangkut,” jelas Gatot.

Gatot menuturkan, pengerukan itu sangat penting. Sebab, ada banyak warga yang menggantungkan hidup dari nelayan.

Ada sekitar 2000 masyarakat di sekitar pesisir yang berprofesi sebagai nelayan. Sebagian merupakan nelayan tradisional dengan kapal-kapal berukuran kecil (mesin tempel). Namun, ada juga kapal besar dengan ukuran di atas 10 GT (gross tonnage). (tof/asd)