205 Ribu Warga Probolinggo Masih Miskin

134

Probolinggo (WartaBromo.com) – Penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo meningkat pada tahun 2023. Jumlahnya mencapai 205.020 jiwa atau meningkat 0,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasar hasil Susenas bulan Maret 2023, angka kemiskinan reguler di Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan 0,07 % atau bertambah 1.790 jiwa dibanding 2022.
Tahun sebelumnya angka kemiskinan sebesar 17,12% menjadi 17,19% di 2023. Jika pada 2022 jumlah penduduk miskin sejumlah 203.230 jiwa, kini menjadi 205.020 jiwa.

Kondisi ini menempatkan posisi Kabupaten Probolinggo menempati urutan nomor 4 terbesar se-Jawa Timur. Hanya kalah dari 3 kabupaten di Pulau Madura, yakni Sumenep (18,7%), Bangkalan (19.35%) dan Sampang (21,76%).

Sementara data kemiskinan ekstrem tahun 2022 sebesar 13,18% atau sejumlah 37.740 orang. Menempati urutan 5 terbesar se-Jawa Timur, dibawah Bangkalan (3,81%), Lamongan (4,61%), Tuban (5,16%) dan Sumenep (6,41%). Padahal target nasional 2024 kemiskinan ekstrem 0%.

Baca Juga :   6 Motor Ditinggal Saat Polisi Gerebek Pesta Miras

Beruntungnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Probolinggo lebih rendah (lebih baik) dibanding rerata Provinsi Jawa Timur dan rerata nasional. TPT tahun 2022 sebesar 3,25%, dan menempati urutan 5 kab/kota terkecil se-Jawa Timur dan mengalami tren turun dibanding tahun 2021 dan 2022 yaitu sebesar 4,55% dan sebesar 4,86%.

“Diakui atau tidak, inflasi sangat menentukan daya beli akan kebutuhan pokok, khususnya ketercukupan makanan masyarakat, sehingga ini akan menentukan tingkat pembiayaan hidup dan penentuan garis kemiskinan,” sebut Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, Sabtu (9/12/2023).

Ugas menyebut ada berbagai rencana kegiatan untuk penghapusan kemiskinan ekstrem. Bahkan kegiatan itu sudah ditentukan (tagging) oleh Kemendagri melalui aplikasi SIPD-RI.

Baca Juga :   Sopir Perampok Siswi di MPU Ditangkap hingga Kebakaran Arjuno Meluas | Koran Online 1 Sept

Anggaran kemiskinan yang telah ditagging di SIPD-RI untuk tahun 2024 sebesar Rp 302.646.128.182. yang tersebar di 17 perangkat daerah dan 33 puskesmas.

“Itu juga sudah dipilah sub kegiatan dengan strategi pengentasan kemiskinannya. Yaitu pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan,” tandas Ugas. (saw/saw)