Hujan Deras Ancam Kota Probolinggo, 10 Titik Banjir Patut Diwaspadai

57

Probolinggo (WartaBromo.com) – Hujan deras yang telah mengguyur Kota Probolinggo dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan genangan air di beberapa wilayah. Sedikitnya 10 titik banjir patut diwaspadai, mengingat puncak musim hujan yang baru dimulai.

Menurut data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, ada di 10 titik. Baik banjir kiriman maupun banjir genangan.

Bencana itu, terjadi mulai dari titik aliran Sungai Kedunggaleng, Sungai Legundi, sungai Spase, dan Kampung Dok Mayangan. Kemudian beberapa jalan utama seperti Sunan Kalijogo, KH. Hasan, Soekarno-Hatta, Arif Rahman Hakim, Juanda, dan Cokroaminoto.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Sugito, menyatakan bahwa pemetaan titik-titik rawan banjir telah dilakukan di Kota Probolinggo. Ada 10 titik rawan banjir kiriman dan banjir genangan yang menjadi perhatian.

Baca Juga :   Tak Berijin, Baliho Adik Bupati Banyuwangi Dicopoti Satpol PP

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah melakukan mitigasi dengan melakukan pemantauan kondisi dam sungai dan peralatan Early Warning System (EWS) di beberapa lokasi.

“Saat ini kami sedang melakukan pembersihan sampah di titik dam dan aliran sungai serta menyiagakan alat berat di sekitar dam sungai dan kendaraan angkut sampah,” jelas Sugito.

Selama tahun 2023, Kota Probolinggo mencatat sebanyak 39 kejadian pohon tumbang, 56 kebakaran, 54 genangan air, dan 3 operasi Search and Rescue (SAR). Mayoritas kejadian tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Mayangan.

Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, menyatakan pentingnya melakukan pengecekan mesin pompa penyedot air. Juga saluran air menghadapi musim hujan yang rawan terjadi banjir.

Baca Juga :   Tanpa Intervensi, Indonesia Bakal Kehilangan Rp544 Triliun di 2024 Akibat Krisis Iklim

“Saya ingin melihat kondisi pompa-pompa yang dimiliki, kapasitasnya berapa, dan lokasinya di mana saja,” ujarnya.

Kesiapan peralatan, termasuk saluran air di wilayah kota, harus dipastikan agar dapat mengurangi dampak bencana.

“Kami juga akan melakukan pengecekan saluran yang mungkin buntu akibat daun atau lumpur,” tambah Nurkholis. (lai/saw)