Wajah Gus Irsyad Dicoret, Ternyata Logo Kopi Kapiten HAKI Jasa Periklanan Bukan Merek Dagang

258
Wajah Mantan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dicoret pada gelas kopi kapiten

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kabupaten Pasuruan mendadak ramai setelah logo Kopi Kapiten dengan gambar Irsyad Yusuf dicoret di gelas kopi. Hal ini membuat atensi warga langsung menuju ke kopi khas Kabupaten Pasuruan itu.

Data yang didapatkan wartabromo, Kopi Kapiten Pasuruan beserta logonya, telah terdaftar dalam Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. 

Logo ini berwarna hijau dengan bentuk bulat bertuliskan Kapiten Pasuruan, Kopi Asli Kabupaten Pasuruan. Kemudian pada bagian tengah terdapat foto Irsyad Yusuf mengenakan baju seperti kapiten. 

Perlindungan merek ini dimulai sejak 28 Desember 2016 lalu, dan berakhir pada 28 Desember 2026.

Pada laman PDKI (Pangkalan Data Kekayaan Intelektual) disebutkan, nama yang terdaftar yakni Kapiten Pasuruan Kopi Asli Kabupaten Pasuruan + Logo. Pendaftar merupakan Perkumpulan Petani Kopi Indonesia (APEKI).

Baca Juga :   Ibu-Anak asal Tongas Meninggal Setelah Positif Covid-19, hingga Segini Besaran Gaji ke-13 PNS | Koran Online 4 Ags
Laman HAKI Kopi Kapiten Pasuruan
Laman HAKI Kopi Kapiten Pasuruan.

Namun untuk kelas nice yang terdaftar yakni bernomor 35. Kelas ini secara umum berkaitan dengan produk barang/jasa periklanan, manajemen dan administrasi usaha serta fungsi kantor.

 “Periklanan, Penyebaran bahan iklan, Nasehat untuk konsumen (infonnasi perdagangan), Pelelangan, Penyelenggaraan pameran untuk tujuan niaga atau iklan, Bantuan manajemen industri atau komersial, Iklan secara online melalui jaringan komputer, Pesanan Pembelian, Penyewaan iklan tayang pada media komunikasi, Penataan etalase toko dan kafe,” kutipan jenis barang/jasa yang didaftarkan dan dilindungi oleh PDKI.

Informasi yang didapat wartabromo, penyebab tidak ada merek dagang untuk produksi kopi karena sudah ada pengusaha yang menggunakan nama serupa. Sehingga kopi Kapiten hanya bisa untuk pajangan periklanan, promosi, kemudian ikut pameran juga kafe. (may/yog)