Sejarah Kopi Kapiten Khas Kabupaten Pasuruan

142
Wajah Mantan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dicoret pada gelas kopi kapiten

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dicoretnya wajah Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dari logo Kopi Kapiten membuat banser melurug PJ Bupati Pasuruan. Hal ini kemudian ramai diperbincangkan netizen dan asal usul Kopi Kapiten pun dipertanyakan.

Lantas, bagaimana asal usul Kopi Kapiten khas Kabupaten Pasuruan ini?

Dilansir dari pasuruankab.go.id, mulanya Pemerintah Kabupaten Pasuruan melihat kopi menjadi salah satu komoditas tertinggi. Ada 4.365 hektar lahan kebun kopi yang ditanam lebih dari ribuan petani ada di Kabupaten Pasuruan.

Dengan lahan seluas itu, sebanyak 1.176,9 ton biji kopi kering mampu diproduksi setiap tahun. Melihat hal tersebut jadilah Pemerintah Kabupaten Pasuruan berupaya mendorong agar potensi besar tersebut bisa membuat petani kopi semakin sejahtera.

Maka, Pemerintah Kabupaten Pasuruan pun memberi nama “Kapiten” pada label kopi hasil kebun di Pasuruan. Nama Kapiten sendiri kepanjangan dari Kopi Khas Asli Kabupaten Pasuruan.

Kopi Kapiten sangat dikenal karena brand namanya dipromosikan secara masif oleh para pegiat perkopian di Pasuruan termasuk oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Bahkan logo Kopi Kapiten sendiri merupakan sosok Bupati yang berdandan ala Kapiten.

Dulu, nama “Kapiten” sempat menjadi polemik karena namanya sama dengan produk yang ada di Pati, Jawa Tengah. Namun kemudian Ihwan, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa nama “Kapiten” sudah lebih dulu di klaim untuk brand kopi Pasuruan.

“Namun setelah kita kroscek merek tersebut adalah untuk produk beras ketan dan beras putih,” kata Ihwan saat dihubungi via telepon, Sabtu (23/03/2019).

Dijelaskannya, Kapiten yang dari Pati, Jawa Tengah sendiri baru diajukan ke Kemenhumham pada 6 November 2018 lalu. Sedangkan Kapiten Pasuruan yang merupakan produk kopi sudah diajukan sejak tahun 28 Desember 2016 lalu. Dari catatan tersebut, sudah jelas bahwa Kabupaten Pasuruan lebih dulu memiliki nama “Kapiten”.

“Jadi sudah kelihatan terkait tanggal siapa yang lebih dulu, termasuk produk kita jelas berbeda yang satu kopi dan satunya adalah beras ketan,” terang Ihwan. (jun)