Pemprov Jatim Tawarkan Investasi Infrastruktur Di Probolinggo kepada Vietnam

269

Surabaya (WartaBromo.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menawarkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) di bidang infrastruktur untuk meningkatkan kerja sama dengan negara Vietnam. Di antaranya proyek itu berlokasi di Probolinggo.

Hal itu disampaikan saat Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menghadiri konferensi ‘Meet Khanh Hoa-Indonesia’ di Vietnam, Kamis (21/3/2024). Presentasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Vietnam.

Dalam presentasinya, Adhy menyampaikan sejumlah proyek infrastruktur unggulan Jawa Timur. Di antaranya Pelabuhan Peti Kemas Internasional dan Pusat Logistik di Kota Probolinggo senilai Rp 800 miliar atau USD 60 juta, dan Terminal LNG Probolinggo senilai Rp 742,69 miliar atau USD 50 juta. Kemudian Terminal Tangki Minyak Lamongan senilai Rp 4,6 triliun atau USD 314,22 juta.

Baca Juga :   Awas Bibit Jagung Palsu hingga Banjir Pasuruan | Koran Online 14 Des

Adhy menekankan potensi kerja sama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, terutama dalam hal ekspor-impor, investasi, dan pariwisata. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, investasi dari Vietnam ke Jawa Timur mencapai Rp 145,1 triliun, menempatkannya sebagai mitra investasi yang signifikan bagi provinsi tersebut.

“Investasi di Jawa Timur juga punya potensi sangat menguntungkan. Kita bisa lihat datanya, realisasi investasi kita di tahun 2023 dengan Vietnam berada di peringkat ke-49 menurut data Kementerian Investasi/BKPM RI,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Untuk mendukung investasi, Jawa Timur telah memiliki beragam kawasan industri, seperti KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Maspion Industrial Estate, dan lainnya. Serta kebijakan khusus untuk menarik investor.

Baca Juga :   Truk Bermuatan Arak Bali Diamankan di Depan Pabrik Rokok Kraksaan

Adhy juga menggarisbawahi hubungan perdagangan yang sudah baik antara Jawa Timur dan Vietnam, dengan nilai ekspor dan impor yang signifikan. Selain itu, potensi pariwisata antara kedua wilayah juga menjadi fokus untuk ditingkatkan, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat dari tahun ke tahun.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan pemerintah Vietnam dan pejabat Indonesia lainnya. Di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki, serta Duta Besar RI untuk Vietnam Denny Abdi.

Dengan kerjasama yang erat antara Jawa Timur dan Vietnam di berbagai sektor, diharapkan dapat tercipta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. (saw/saw)