Probolinggo Galakkan Vaksinasi Ternak Tekan Penyebaran Penyakit PMK dan LSD

39

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan upaya menekan penyebaran penyakit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) di wilayahnya. Melibatkan para peternak, pemerintah daerah telah menerima dukungan 24 ribu dosis vaksin PMK dan LSD dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pelaksanaan vaksinasi PMK dan LSD di seluruh Indonesia, termasuk Probolinggo terus dilaksanakan. Secara rutin untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, Senin (25/3/2024).

Pria yang akrab dipanggil Niko itu, menjelaskan bahwa vaksin LSD diberikan kepada hewan tertentu seperti sapi dan kerbau. Sementara vaksin PMK diberikan kepada sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Baca Juga :   Tabrak Supra di Jalan Raya Wangkal, Pengendara Ninja Tewas

Menurutnya, vaksinasi PMK harus dilakukan secara rutin sepanjang masa hidup ternak, karena kekebalan terhadap penyakit ini tidak berlangsung lama. Dengan vaksinasi yang terus-menerus, diharapkan kasus PMK di Kabupaten Probolinggo dapat terkendali.

“Biasanya munculnya penyakit PMK dan LSD, karena ternak belum divaksinasi sama sekali, atau pertama atau vaksinasi keduanya. Jadi vaksinasi PMK itu, harus terus dilaksanakan. Misal sekarang divaksin, sebulan kemudian divaksin lagi, selanjutnya setiap enam bulan, hingga ternak itu dipotong,” tuturnya.

Partisipasi masyarakat dan aparat setempat sangat penting dalam keberhasilan program vaksinasi ini. Diharapkan dengan vaksinasi rutin, kasus kematian ternak akibat PMK dan LSD dapat ditekan.

Niko juga mengungkapkan harapannya agar Kabupaten Probolinggo dan kabupaten sekitarnya, serta Indonesia secara keseluruhan, dapat bebas dari PMK. Target vaksinasi PMK sendiri direncanakan hingga tahun 2031, dengan tujuan memastikan semua ternak telah divaksinasi.

Baca Juga :   Berkas P-21, Pemilik Rokok Ilegal Segera Disidang

Pentingnya vaksinasi ternak juga disoroti karena risiko penyebaran PMK yang meningkat jika ternak tidak divaksinasi. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam memastikan vaksinasi ternak menjadi sangat penting.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah program Posyandu Ternak, meskipun partisipasinya masih minim. Program ini mencakup pelayanan kesehatan hewan, peningkatan reproduksi, serta vaksinasi untuk mencegah PMK dan LSD.

“Karenanya petugas jemput bola dengan mendatangi lokasi. Tak hanya vaksinasi, petugas juga melakukan sosialisasi tentang kesehatan ternak, peningkatan reproduksi dan memantau pemeliharaan sapi di kandang,” kata Niko.

Dengan harapan bahwa Posyandu Ternak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan layanan kesehatan ternak tersedia dan petugas siap memberikan konsultasi tentang penyakit dan cara pencegahannya. (saw/saw)