Pertumbuhan Ekonomi Kota Probolinggo Melambat di Tahun 2023

73

Probolinggo (WartaBromo.com) – Laju pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo tahun 2023 hanya mencapai 6,04 persen. Angka ini menunjukkan penurunan 0,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,12 persen.

Menurut Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis, sejumlah sektor mengalami penurunan yang menjadi penyebab turunnya pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Salah satunya adalah pertumbuhan PDRB kategori perdagangan yang turun menjadi 5,43 persen, menurun 0,65 persen dari tahun sebelumnya.

Untungnya, terdapat sektor yang mengalami kenaikan. Seperti pertumbuhan PDRB kategori perindustrian yang mencapai 6,72 persen, meningkat 0,69 persen dari tahun sebelumnya.

Nurkholis, menyatakan bahwa hampir seluruh daerah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi, termasuk Kota Probolinggo.

Untuk menghadapi hal ini, ia menekankan perlunya peningkatan potensi-potensi yang ada di kota tersebut, yang masih belum maksimal dikelola.

Baca Juga :   Lapsit Polisi Bocor, Warga Probolinggo Resah

Meskipun masa tugasnya di Kota Probolinggo masih 2 bulan, pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

“Kami tetap berupaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo dengan SDM yang ada dan minimalis,” ujar saat menyampaikan Nota Penjelasan LKPj Wali Kota Probolinggo tahun 2023 pada rapat paripurna DPRD Kota Probolinggo, Senin (1/4/2024).

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, menyatakan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 disebabkan oleh kondisi ekonomi yang baru pulih dan bangkit pasca pandemi Covid-19.

Fluktuasi ini dianggap sebagai hal yang biasa, namun akan dievaluasi untuk mengetahui poin-poin yang mengalami penurunan.

Harapannya, tahun 2024 akan menjadi titik kembali untuk memaksimalkan pelaksanaan APBD 2024. Dengan lebih memfokuskan pada sektor-sektor yang mengalami penurunan.

Baca Juga :   Ritual Mendak Tirta di Pertapaan Patih Gajah Mada

“Akan dievaluasi dan dikaji lebih, sektor apa saja yang menurun. Selanjutnya, pengelolaan pos-pos itu dimaksimalkan pada tahun 2024 ini,” sebut politisi PKB itu. (saw)